Jawaban Bijak Omara Esteghlal Saat Ditanya Prily Soal Pandangan Perempuan Jangan Pintar-pintar

Sedang Trending 9 bulan yang lalu

Jakarta -

Pasangan Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal sudah mulai go public dengan jalinan asmara mereka. Keduanya apalagi sudah mulai membikin konten bareng di media sosial, Bunda.

Baru-baru ini, Prilly dan Omara membagikan konten berjudul Prom Talk di mana keduanya mengungkap langkah pandang terhadap satu pertanyaan. Kali ini, Prilly melontarkan pertanyaan ke Omara yang relate banget dengan kehidupan sang aktris.

Prilly bertanya soal langkah pandang Omara mengenai kalimat 'perempuan jangan pintar-pintar' nan dikaitkan dengan jodoh. Pernyataan tersebut rupanya sering didengar oleh Prilly, Bunda.

"Kali ini saya mau tanya ke Omara, ini mudah banget. Tapi jawaban Anda ini bakal menentukan Anda itu laki-laki nan seperti apa," kata Prilly, dikutip dari IG @prillylatuconsina96, belum lama ini.

"Pertanyaannya adalah, apa pendapat Anda soal kalimat ini, 'Jadi wanita tuh jangan pintar, kelak laki-laki enggak ada nan mau loh', lantaran itu adalah kalimat nan paling sering saya dengar. Jadi saya pengin tahu pendapat Anda soal itu," sambungnya.

Jawaban Omara mengenai pertanyaan dari Prilly

Omara mempunyai tiga jawaban untuk pertanyaan nan diajukan Prilly mengenai pandangan 'perempuan jangan pintar-pintar'. Pertama, Omara tidak setuju dengan pernyataan tersebut lbawaan dianggap merendahkan perempuan.

"Maaf, pertama-tama saya mau membuka dengan mengatbakal bahwa saya sama sekali tidak setuju terhadap statement ini alias apalagi pendapat ini. Alasannya adalah, pertama, by nature jika kita ngomong itu maka kita sudah merendahkan wanita dibandingkan laki-laki, seakan-bakal standar kita adalah laki-laki. Jadi jika misal laki-laki bisa mencapai BCD, wanita tidak boleh mencapai BCD, alias apalagi ABCDE. Seperti statement tadi, maka itu suggest bahwa wanita tuh kudu mencapainya ABC, agar laki-laki nan ABC dan ABCD bisa mendapatkan dia, itu saya enggak setuju lantaran itu sudah merendahkan wanita by nature," jawab Omara.

Omara juga tidak setuju lbawaan pernyataan tersebut seperti sebuah standar di masyarakat di mana semua perihal hanya berpusat di laki-laki. Padahal, kesuksesan alias kepintaran seseorang tergantung dari perseorangan masing-masing, bukan berasas jenis kelamin, Bunda.

"Kedua, kita nge-set standar society kita alias kemanusiaan kita alias lingkungan kita itu berasas laki-laki. Jadi apa pun nan bisa kita lakukan itu tergantung laki-lakinya. Itu sama saja kita tidak memberi kewenangan nan rata alias kewenangan nan sama terhadap perempuan, seakan-bakal standar itu tidak bisa di-set oleh perempuan," ungkap Omara.

"Aku setuju bahwa semua standar dalam society ini tidak tergantung manusianya. Maka apa pun corak gender-nya, baik itu laki-laki alias perempuan, jika dia bisa sukses, jika dia bisa pintar, jika dia bisa kaya, jika dia bisa memberi, itulah standar nan baik," lanjutnya.

Terakhir, Omara bicara soal potensi setiap perseorangan nan tidak bisa dinilai hanya dari jenis kelamin saja. Menurut laki-laki 25 tahun ini, pernyataan 'perempuan jangan pintar-pintar' bisa membikin potensi seorang wanita turun hanya untuk memenuhi standar laki-laki.

"Ketiga, ini menyedihkan ya, biasanya sering terjadi, orang nan lebih tua memberi tahu orang nan lebih muda, seperti 'anak wanita enggak boleh ini'. Menurut saya sedih sekali lantaran sudah nge-set standar si wanita itu ambisinya enggak boleh lebih dari ini alias dia punya standar alias langkah memandang hidup itu enggak boleh lebih dari satu poin gitu, seakan-bakal potensial orang tersebut alias langkah dia bisa berkembang dan berfaedah terhadap society ini sudah dibatasin," ujar Omara.

"Kita pertama sudah nge-set bpemimpin terhadap ambisi dan potensial, sekarang individu. Kedua, kita ngeset potensial dan ngebatasin si ambisi itu tergantung orang-orang, dan itu menjadi pilihan hidupnya dia."

Omara juga mengaitkan poin jawaban ketiganya dengan jodoh. Menurut bintang movie Pengepungan di Bukit Duri ini, menyetujui standar bahwa wanita tidak perlu pandai hanya bakal menghalang peluangnya mendapatkan pasangan hidup, Bunda.

"Pertama, kita sudah ngebunuh potensial wanita ini menjadi orang nan sangat dahsyat dan sukses, kita juga membunuh potensial dia dalam mencari jodoh alias mencari pasangan hidup nan juga hebat, nan membuatnya bahagia, dan apalagi jadi lebih berfaedah bagi society," kata Omara.

"Itu sedih, lantaran wanita itu manusia, laki-laki itu manusia, semua itu harusnya diberi kesempatan nan sama agar mencapai greatness alias kesuksesan nan sama tingginya, lantaran manusia itu berkuasa mendapatkan hal-hal nan bagus terlepas dari gender-nya."

Respons Prilly terhadap jawaban Omara

Prilly tampaknya setuju dengan jawaban kekasihnya mengenai pandangan 'perempuan jangan pintar-pintar'. Namun, wanita 28 tahun ini juga punya pendapat pribadi mengenai pernyataan tersebut.

Menurut Prilly, pandangan di masyarakat itu bukan hanya merugikan bagi perempuan, tapi juga bagi laki-laki. Prilly merasa kalimat itu seakan-bakal menyiratkan bahwa laki-laki merasa tidak percaya diri sehingga tidak mau dengan wanita nan lebih pandai darinya.

"Tadi Anda bilang kalimat itu sebenarnya merendahkan perempuan, tapi sebenarnya jika menurut saya itu merendahkan laki-laki loh, lantaran laki-laki baru mau sama wanita ketika wanita itu enggak lebih dari dia, seakan-bakal banyak laki-laki nan enggak pintar, makanya itu wanita dilarang pintar," kata Prilly.

"Jadi menurut saya kalimat tersebut enggak baik untuk kedua gender, enggak baik untuk perempuan, dan enggak baik juga untuk laki-laki. Menurut saya laki-laki nan harusnya PD (percaya diri), dia mampu, enggak berjuntai pada kalimat tersebut untuk mendapatkan perempuan," lanjutnya.

Demikian obrolan Prilly dan kekasihnya Omara nan berganti pikiran membicarbakal satu topik.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya
Sumber
-->