Janji Bagi Dividen 100%, Cek 6 Fakta Ipo Pancaran Samudera Transport (psat)

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

PT Pancaran Samudera Transport Tbk bakal menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan dengan kode ticker PSAT itu dijadwalkan melantai di BEI pada 8 Juli 2025.

PSAT berencana melepas sebanyak-banyaknya 222,35 juta saham baru alias setara 15% dari modal disetor setelah IPO. Harga penawaran berkisar antara Rp 850 hingga Rp 900 per saham. Dengan demikian, perusahaan bakal meraup biaya segar maksimal Rp 200,1 miliar. 

Adapun penjamin pelaksana emisi pengaruh dalam IPO ini adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. 

PSAT didirikan pada April 2007 di Jakarta Utara. Perusahaan konsentrasi menyedibakal jasa penyewaan kapal, terutama untuk pengpikulan batu bara

Perseroan saat ini mengoperasikan armada nan terdiri dari 36 unit tugboat, 29 unit tongkang, dan 2 kapal bulk carrier milik entitas anak. Armada-armada ini digunbakal untuk mengangkut beragam jenis kargo seperti batu bara, pasir, bahan tambang, dan peralatan besar lainnya.

Prospek Usaha

Industri jasa pelayaran dan pengpikulan batu bara dinilai mempunyai prospek cerah seiring meningkatnya permintaan energi, baik di pasar domestik maupun ekspor. Kebutuhan batu bara, terutama untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan industri seperti semen, diperkirbakal terus tumbuh dalam jnomor panjang.

Menurut info Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), sasaran Domestic Market Obligation (DMO) batu bara pada 2025 diproyeksikan mencapai 229,3 juta ton alias naik 4,05% dibandingkan sasaran 2024 sebesar 220 juta ton. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan daya nasional, terutama untuk pembangkit listrik. 

Kenaikan permintaan ini membuka pesenggang besar bagi perusahaan pelayaran untuk meningkatkan volume pengpikulan batu bara, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.  

“Perusahaan dapat memanfaatkan pesenggang ini untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat posisinya di industri pelayaran dan pengpikulan batu bara,” demikian tertulis dalam prospektus, Senin (23/6). 

Rencana Usai IPO

Perusahaan bakal mengalokasikan seluruh biaya hasil IPO, sekitar Rp 175 miliar untuk setoran modal ke anak usaha, PT Pancaran Karya Shipping (PKS). Dana tersebut bakal digunbakal PKS untuk membeli dua unit kapal bulk carrier guna memperkuat armada dalam mendukung proyek pengpikulan batu bara milik perseroan.

Rencana pembelian kapal ini tertuang dalam perjanjian pengikatan jual beli antara PKS dan PT Pancaran Maritim Transportindo (PMT) nan merupbakal entitas terafiliasi. Harga bakal ditetapkan berasas hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen.

Sisa biaya IPO selanjutnya bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja perusahaan, khususnya untuk pengadaan bahan bakar kapal guna mendukung operasional pikulan laut dalam negeri.

Pembagian Dividen

Dalam prospektusnya, PSAT berencana untuk mulai membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dengan rasio maksimal 100% dari untung bersih setelah dikurangi persediaan wajib, mulai tahun kitab 2026. Namun, kebijbakal ini bakal tetap memperhatikan tingkat kesehatan finansial perusahaan dan keputusan akhir bakal ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pemegang Saham Sebelum dan Sesudah IPO

Sebelum IPO, modal ditempatkan dan disetor penuh PSAT terdiri dari 1,26 miliar saham dengan nilai nominal Rp 800 per saham alias senilai Rp 1,008 triliun. Porsi saham terbesar dimiliki PT Profitama Hasil Indah sebesar 894,6 juta saham alias 71% dan PT Surya Mitra Pancaran sebesar 365,4 juta saham alias 29%.

Adapun setelah IPO, jumlah saham nan ditempatkan dan disetor penuh meningkat menjadi 1,482 miliar saham alias senilai Rp 1,185 triliun. Saham masyarakat sebagai hasil penawaran umum mencapai 222,353 juta saham alias setara 15% dari total saham. Dengan komposisi baru ini, PT Profitama Hasil Indah menggenggam 60,35%, PT Surya Mitra Pancaran 24,65%, dan publik 15%.

Kinerja Keuangan

PSAT membukukan untung tahun melangkah sebesar Rp243,37 miliar pada tahun nan berhujung 31 Desember 2024. Angka ini turun 7,16% alias Rp18,77 miliar dibandingkan tahun sebelumnya nan mencapai Rp262,14 miliar.

Penurunan untung tersebut sejalan dengan pendapatan upaya nan turun 4,31% menjadi Rp980,16 miliar dari sebelumnya Rp1,02 triliun pada 2023. Lesunya keahlian perusahaan terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen freight charter to freight charter yang merosot 29,18% alias sebesar Rp82,31 miliar.

Selain itu, pendapatan dari segmen owned to freight charter juga turun 0,67% alias sekitar Rp4,20 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Jadwal IPO Pancaran Samudera Transport:

  • Masa Penawaran Awal: 23 - 25 Juni 2025
  • Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan: 30 Juni 2025
  • Masa Penawaran Umum: 2 - 4 Juli 2025
  • Tanggal Penjatahan: 4 Juli 2025
  • Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik: 7 Juli 2025
  • Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: 8 Juli 2025
Selengkapnya
Sumber
-->