Jago Musik Instan! Jbl Bandbox Punya Fitur Ai Ajaib Buat Latihan Band

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Pernahkah Anda merasa frustrasi saat mencoba mengulik melodi gitar dari lagu favorit, namun bunyi instrumen aslinya terlampau dominan dan menutupi perincian nan mau Anda pelajari? Bagi musisi bilik alias mereka nan sedang belajar instrumen, memisahkan lapisan bunyi dalam sebuah rekkondusif ahli seringkali menjadi tantangan teknis nan memusingkan. Biasanya, kita memerlukan software audio canggih di komputer untuk melakukan perihal tersebut, nan tentu saja tidak praktis untuk sesi latihan cepat.

Namun, lanskap teknologi audio sekarang berubah drastis dengan penemuan terbaru dari JBL. Raksasa audio nan biasanya kita kenal lewat jaliran speaker Bluetooth pestanya ini, sekarang merambah wilayah baru nan cukup mengejutkan. Mereka tidak sekadar merilis pengeras bunyi biasa, melainkan sebuah ekosistem latihan musik pandai nan mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke dalam perangkat kerasnya, tanpa perlu perantara komputer nan rumit.

Inovasi ini datang dalam corak JBL BandBox Solo dan BandBox Trio. Kedua perangkat ini menjanjikan solusi praktis bagi gitaris muda nan mau berlatih “Stairway to Heaven” tanpa terganggu bunyi Jimmy Page, alias vokalis nan mau berkaraoke dengan backing track orisinal. Dengan teknologi nan mereka sebut Stem AI, JBL tampaknya siap mengubah langkah kita berlatih musik di rumah menjadi pengalkondusif nan jauh lebih intuitif dan menyenangkan.

Sihir Stem AI untuk Latihan Efektif

Fitur unggulan nan menjadi nilai jual utama dari seri BandBox adalah teknologi Stem AI onboard. Secara teori, fitur ini memungkinkan Anda untuk memisahkan alias apalagi menghilangkan vokal dan instrumen tertentu dari musik apa pun nan dialirkan melalui Bluetooth. Bayangkan Anda sedang memutar lagu rock klasik; dengan beberapa pengaturan, Anda bisa membisukan bunyi gitar utamanya dan menggantinya dengan permainan gitar Anda sendiri, seolah-olah Anda sedang jamming berbareng band aslinya.

Konsep ini sebenarnya mirip dengan apa nan ditawarkan oleh beberapa platform musik digital modern, namun JBL membawanya langsung ke dalam bentuk amplifier. Ini adalah langkah berani nan menargetkan musisi nan mau kepraktisan tanpa mengorbankan kualitas latihan. Anda tidak perlu lagi mencari backing track di internet nan kualitasnya seringkali meragukan; cukup putar lagu aslinya, dan biarkan AI bekerja.

Duel Spesifikasi: Solo vs Trio

JBL membagi lini produk ini menjadi dua jenis untuk segmen nan berbeda. Pertama adalah BandBox Solo nan dibanderol seharga $250 (sekitar Rp 3,9 juta). Sesuai namanya, perangkat ini dirancang untuk musisi perseorangan dengan satu input untuk gitar alias mikrofon. Ini adalah pilihan ideal bagi mereka nan berlatih sendirian di bilik alias studio kecil.

A hand adjusting knobs on the JBL BandBox Trio speaker

Sementara itu, bagi Anda nan mau berlatih berbareng teman-teman, JBL menawarkan BandBox Trio seharga $600 (sekitar Rp 9,4 juta). Versi ini jauh lebih powerful dengan support hingga empat input instrumen, menjadikannya solusi all-in-one untuk latihan band tanpa perlu mixer eksternal nan ribet. Keunggulan lain dari Trio adalah adanya kontrol onboard nan lebih komplit dan layar LCD, sehingga mengurangi ketergantungan Anda pada aplikasi smartphone saat sedang enak-enak bermusik.

Fitur Efek dan Kendali Aplikasi

Meskipun BandBox Trio mempunyai kontrol bentuk nan mumpuni, JBL tetap menyedibakal aplikasi pendamping berjulukan JBL One app untuk pengalkondusif nan lebih mendalam. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat menamapalagi beragam filter untuk meniru karakter model amplifier modern maupun vintage. Ini memberikan elastisitas tone nan luas, mulai dari bunyi bersih (clean) hingga distorsi nan gahar.

Tidak hanya itu, tersedia pula beragam pengaruh standar industri seperti phaser, chorus, dan reverb, serta fitur fungsional seperti pitch shifter dan tuner bawaan. Menariknya, JBL juga menjanjikan fitur looper bawaan nan memungkinkan musisi melakukan layering suara. Namun, perlu dicatat bahwa fitur looper ini belum tersedia saat peluncuran dan dijadwalkan baru bakal datang melalui pembaruan perangkat lunak pada bulan Oktober mendatang. Kemudahan pembaruan ini mirip dengan elastisitas berbagi file pada ekosistem digital masa kini.

Daya Tahan Baterai dan Ketersediaan

Untuk mendukung mobilitas, kedua perangkat ini dibekali baterai nan cukup mumpuni. JBL menyatakan BandBox Solo bisa memperkuat hingga enam jam penggunaan. Sementara itu, BandBox Trio mempunyai daya tahan hingga 10 jam. nan menarik dari jenis Trio adalah penggunaan baterai nan dapat diganti (replaceable battery). Artinya, jika Anda mempunyai baterai cadangan, Anda bisa menggandbakal waktu latihan tanpa perlu mencari colokan listrik—sebuah fitur krusial bagi musisi jalanan alias mereka nan suka berlatih di luar ruangan.

Kapasitas ini mengingatkan kita pada pentingnya baterai tahan lama dalam perangkat portabel modern. Bagi Anda nan sudah tidak sabar mencicipi teknologi ini, JBL telah membuka keran pre-order melalui situs web resmi mereka mulai hari ini. Pengiriman unit dan kesiapan di ritel pihak ketiga dijadwalkan bakal dimulai pada 1 Maret mendatang. Harga baterai persediaan untuk Trio sendiri belum diumumkan secara resmi, namun opsi ini jelas menambah nilai jnomor panjang dari perangkat tersebut.

Selengkapnya
Sumber Telset
-->