Iran Pertimbangkan Untuk Membalas Serangan As Terhadap Situs Nuklir Fordow

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

ILUSTRASI. Iran berjanji bakal memihak diri, sehari setelah AS berasosiasi dengan Israel dalam tindakan militer Barat terbesar terhadap negara itu. MAXAR TECHNOLOGIES/Handout via REUTERS

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

CEKLANGSUNG.COM - ISTANBUL. Iran dan Israel saling serang lewat udara dan rudal saat bumi bersiap menanti tdugaan Teheran atas serangan AS di letak nuklirnya. Presiden AS Donald Trump mengemukbakal pendapat perubahan rezim di Iran.

Mengutip Reuters, Senin (23/6), pada Minggu (22/6) Iran berjanji bakal memihak diri, sehari setelah AS berasosiasi dengan Israel dalam tindakan militer Barat terbesar terhadap negara itu sejak Revolusi Islam 1979, meskipun ada seruan untuk menahan diri dan kembali ke diplomasi dari seluruh dunia.

Citra satelit komersial menunjukkan serangan AS pada hari Sabtu terhadap pabrik nuklir bawah tanah Fordow milik Iran menghancurkan situs nan terkubur dalam dan sentrifus pengayaan uranium nan ditempatkan di dalamnya, tetapi status situs tersebut tetap belum dikonfirmasi, kata para ahli.

Baca Juga: Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Sejak Januari Pasca AS Serang Situs Nuklir Iran

Dalam komentar media sosial terbarunya tentang serangan AS, Trump mengatbakal "Kerusbakal Monumental telah terjadi pada semua situs Nuklir di Iran."

"Kerusbakal terbesar terjadi jauh di bawah permukaan tanah. Tepat sasaran!!!" tulisnya di platform Truth Social miliknya.

Trump sebelumnya meminta Iran untuk tidak melakukan pembargumen apa pun dan mengatbakal pemerintah sekarang kudu berbaikan alias "serangan di masa mendatang bakal jauh lebih besar dan jauh lebih mudah."

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, kepada wartawan mengatakan, AS meluncurkan 75 amunisi berpemandu presisi termasuk peledak penghancur bunker dan lebih dari dua lusin rudal Tomahawk terhadap tiga letak nuklir Iran. 

Penghati-hati nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional, mengatbakal tidak ada peningkatan tingkat radiasi di luar letak nan dilaporkan setelah serangan AS. 

Rafael Grossi, kepala jenderal badan tersebut, mengatbakal kepada CNN bahwa belum mungkin untuk menilai kerusbakal nan terjadi di bawah tanah.

Seorang sumber senior Iran mengatbakal kepada Reuters bahwa sebagian besar uranium nan sangat diperkaya di Fordow telah dipindahkan ke tempat lain sebelum serangan itu. Reuters tidak dapat segera menguatkan klaim tersebut.

Baca Juga: Dunia Menanti Respons Iran Pasca AS Menyerang Situs Nuklir Fordow

Teheran, nan menyangkal program nuklirnya untuk tujuan apa pun selain tujuan damai, mengirimkan serangkaian rudal ke Israel setelah serangan AS, melukai banyak orang dan menghancurkan gedung di Tel Aviv.

Namun, Iran tidak menindaklanjuti anckondusif utamanya untuk melakukan pembalasan, ialah menargetkan pangkalan-pangkalan AS alias menghentikan pengiriman minyak nan melewati Selat Hormuz.

Upaya untuk membendung pasokan minyak Teluk dengan menutup selat tersebut dapat menyebabkan nilai minyak dunia meroket, menggagalkan ekonomi dunia, dan mengundang bentrok dengan Armada Kelima Angkatan Laut AS nan bermarkas di Teluk.

Harga minyak melonjak pada hari Senin ke level tertinggi sejak Januari. Minyak mentah Brent berjnomor naik US$ 1,88 alias 2,44% pada US$ 78,89 per barel pada pukul 11.22 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik US$ 1,87 alias 2,53% pada US$ 75,71.

Parlemen Iran telah menyetujui langkah untuk menutup selat tersebut, nan dikuasai Iran berbareng Oman dan Uni Emirat Arab. 
Press TV Iran mengatbakal penutupan selat itu memerlukan persetujuan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, sebuah badan nan dipimpin oleh orang nan ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Caine mengatbakal militer AS telah meningkatkan perlindungan pasukan di wilayah tersebut, termasuk di Irak dan Suriah. 
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan untuk semua penduduk negara AS di luar negeri, menyerukan mereka untuk meningkatkan kewaspadaan.

Amerika Serikat sudah mempunyai pasukan nan cukup besar di Timur Tengah, dengan nyaris 40.000 tentara dan kapal perang nan dapat menembak jatuh rudal musuh.

Militer Israel melaporkan peluncuran rudal dari Iran pada awal hari Senin pagi, dengan mengatbakal bahwa rudal itu dicegat oleh pertahanan Israel.

Sirene serangan udara bersuara di Tel Aviv dan bagian lain di Israel tengah. Iran telah berulang kali menargetkan Tel Aviv Raya - wilayah metropolitan dengan sekitar 4 juta orang - pusat upaya dan ekonomi Israel tempat aset militer krusial juga berada.

Kantor buletin Iran melaporkan pertahanan udara diaktifkan di distrik-distrik Teheran tengah untuk melawan "target musuh", dan serangan udara Israel menghantam Parchin, letak kompleks militer di tenggara ibu kota.

Selanjutnya: Meroket 164% YTD! BEI Suspensi Perdagangan Saham Archi Indonesia (ARCI)

Menarik Dibaca: Jangan Sembarangan, Simak 3 Efek Nekat Berhubungan Intim Saat Pasangan Sedang Haid




Selengkapnya
Sumber
-->