Harga minyak referensi bumi ambruk ke titik terendah dalam seminggu pada awal perdagangan Selasa (24/6). Harga minyak Brent berjnomor untuk perjanjian Agustus 2025 turun sekitar -7,2% ke level 71,48 dolar AS per barrel pada perdagangan Senin (23/6) malam, sebelum melanjutkan penurunan sebesar -4% pada Selasa (24/6) pagi ke level 68,62 dolar AS per barrel.
Pelemahan nilai nan signifikan ini didorong oleh langkah Iran nan tak kunjung menutup Selat Hormuz. Iran justru menyerang pangkalan militer AS di Qatar sebagai langkah balasan.
Setelah itu Iran menyerang pangkalan militer AS, The New York Times melaporkan bahwa Iran telah memberikan peringatan guna meminimalkan korban. Penurunan makin menjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Iran-Israel.
Pengumuman Trump menghilangkan kekhawatiran pasar mengenai pasokan minyak di area tersebut. Harga minyak mentah Brent turun US$ 2,69 alias 3,76% menjadi US$ 68,79 per barel pada pukul 0006 GMT, setelah turun lebih dari 4% di awal sesi dan menyentuh level terendah sejak 11 Juni.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS merosot US$ 2,7, alias 3,94%, menjadi US$ 65,46 per barel, setelah mencapai level terlemah sejak 9 Juni di awal sesi dan turun sekitar 6%.
Trump mengumumkan pada Senin (23/6) bahwa Israel dan Iran telah sepenuhnya menyetujui gencatan senjata. Dia menyebut bahwa Iran bakal segera memulai gencatan senjata, diikuti oleh Israel setelah 12 jam.
Jika kedua pihak menjaga perdamaian, perang bakal resmi berhujung setelah 24 jam, mengakhiri bentrok selama 12 hari. Ia mengatbakal bahwa gencatan senjata nan komplit dan total bakal diberlakukan dengan tujuan untuk mengakhiri bentrok antara kedua negara.
“Melihat berita gencatan senjata, kita memandang premi akibat nan ada pada nilai minyak nyaris hilang,” kata Analis Tony Sycamore, dikutip dari Reuters, Selasa (24/6).
Iran merupbakal produsen minyak mentah terbesar ketiga dalam organisasi negara pengekspor minyak alias OPEC. Meredanya perang di Timur Tengah memungkinkan Iran untuk mengekspor minyak lebih banyak sehingga mencegah gangguan pasokan.
Sebab, gangguan pasokan merupbakal salah satu ftokoh utama nilai minyak terus naik dalam beberapa waktu terakhir. Reuters menulis, kedua perjanjian minyak tersebut ditutup lebih dari 7% lebih rendah pada sesi perdagangan sebelumnya, setelah reli ke level tertinggi lima bulan pasca AS menyerang akomodasi nuklir Iran selama akhir pekan, memicu kekhawatiran meluasnya bentrok Israel-Iran.
Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran - Israel
Dalam pernyataan terbaru Donald Trump mengatbakal bahwa gencatan senjata "komplit dan total" antara Israel dan Iran bakal mulai berlaku. Tindbakal ini dengan tujuan untuk mengakhiri bentrok antara kedua negara, beberapa saat setelah kedua belah pihak menakut-nakuti bakal melakukan serangan baru.
Trump mengisyaratkan bahwa Israel dan Iran bakal mempunyai waktu untuk menyelesaikan misi apa pun nan sedang berlangsung, nan pada saat itu gencatan senjata bakal dimulai dalam proses bertahap.
"Dengan dugaan bahwa semuanya melangkah segimana mestinya, nan bakal terjadi, saya mau mengucapkan selbanget kepada kedua Negara, Israel dan Iran, lantaran mempunyai Stamina, Keberanian, dan Kecerdasan untuk mengakhiri, apa nan semestinya disebut, 'Perang 12 Hari'," tulis Trump di situs Truth Social miliknya.
Meski begitu, hingga buletin ini ditayangkan belum ada pernyataan resmi dari Iran ataupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai genjatan senjata. Beberapa jam sebelumnya, tiga pejabat Israel telah memberi isyarat bahwa Israel mau segera mengakhiri kampanyenya di Iran dan telah menyampaikan pesan tersebut kepada Amerika Serikat.
Pada hari Minggu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatbakal Israel "sangat, sangat dekat untuk menyelesaikan" tujuannya. Seorang pejabat senior Iran mengatbakal kepada Reuters bahwa Teheran telah menyetujui gencatan senjata nan diusulkan AS.
Sebelumnya pada hari Senin, Trump mengatbakal dia bakal mendorong Israel untuk melanjutkan perdamaian setelah menolak serangan Iran terhadap pangkalan udara Amerika nan tidak menimbulkan korban luka dan berterima kasih kepada Teheran atas pemberitahuan awal tentang serangan tersebut.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·