Jakarta -
Nanda Gita membagikan berita mengejutkan soal kesehatannya. Dalam unggahan terbaru di Instagram, Nanda Gita mengaku sedang mengalami periodontitis postpartum, ialah peradangan gusi nan terjadi pascapersalinan.
Mantan artis FTV ini nan sekarang tinggal berbareng sang suami di Belanda menceritakan awal mula dirinya mengalami periodontitis postpartum. Menurut Nanda, awalnya dia melakukan deep scaling gigi di klinik gigi dekat rumahnya. Di situ, master mengatakan Nanda mengalami jangkitan pada gusinya nan mengakibatkan periodontitis postpartum.
"Aku kena periodontitis postpartum. Aku jelasin singkat, jadi saya deep scaling gitu terus ada jangkitan periodontitis itu jadi dimana gusi itu melemah alias melembek jadinya ada jangkitan kuman di gusinya," ujar Nanda Gita dikutip dari laman akun Instagram @nandagita16.
Nanda mengaku tidak menyangka dirinya mengalami periodontitis postpartum. Pasalnya dia sangat giat membersihkan gigi apalagi sehari bisa 4 kali sikat gigi. Menurut Nanda perubahan corak tubuh dan hormon setelah melahirkan juga dapat memicu kondisi ini.
"Padahal saya tuh sikat gigi sehari bisa 4 kali guys. Aku kena periodontitis postpartum. Benar-benar yah badan wanita tuh untuk mengandung aja itu banyak banget perihal nan terjadi di badan ini. Belum hormon, naik berat badan," " tutur Nanda Gita.
Perempuan 32 tahun asal Bandung Jawa Barat ini mengatakan untuk kesehariannya giginya tidak merasakan sakit nan luar biasa. Hanya saja, di di bagian gusinya mudah berdarah.
"Sebenarnya daily saya nggak gimana-gimana banget gitu. Cuman emang kaya ditusuk itu sensitif mudah berdarah gusinya," tuturnya.
Kini, Nanda konsentrasi ke pengobatan untuk periodontitis postpartum dengan terapi ke klinik. Ia mengatakan kudu terapi gigi setiap 4 bulan sekali dengan tiga kali treatment.
"Itulah kudu diterapi dan saya kudu bersihin gigi lebih lagi si sela-selanya di deep scaling. Nanti 4 bulan lagi datang, per 4 bulan selama tiga kali treatmentnya gitu. Aku udah nyaris mau muntah soalnya saya paling nggak suka sikat gigi di master gigi," ucap Nanda Gita.
Tak disangka biaya untuk terapi cukup mahal. Perempuan berjulukan lenglap Nanda Gita Nurhazari Kuiper ini menyebut biaya terapi ini mencapai 14 juta rupiah.
"Nah itu kudu diterapi beberapa kali dan di Belanda saya kena bill 700 sekian euro namalain 14 juta untuk terapi gusi ini guys," tutur Nanda Gita.
Apa itu periodontitis postpartum?
Mengutip laman Mayoclinic Periodontitis postpartum juga disebut penyakit gusi, adalah jangkitan serius pada gusi nan merusak jaringan lunak di sekitar gigi. Tanpa pengobatan, periodontitis dapat menghancurkan tulang nan menyokong gigi. Hal ini dapat menyebabkan gigi menjadi goyang alias apalagi tanggal.
Periodontitis merupakan kondisi nan umum terjadi namun biasanya bisa dicegah. Penyakit ini sering kali disebabkan oleh kurangnya perawatan terhadap mulut dan gigi. Untuk membantu mencegah periodontitis alias meningkatkan keberhasilan pengobatan, sikat gigi setidaknya dua kali sehari, gunakan benang gigi (floss) setiap hari, dan lakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Penyebab periodontitis
Dalam sebagian besar kasus, perkembangan periodontitis dimulai dari plak. Plak adalah lapisan lengket nan sebagian besar terdiri dari bakteri. Jika tidak ditangani, berikut ini adalah gimana plak dapat berkembang seiring waktu menjadi periodontitis:
1. Plak terbentuk di gigi
Ketika pati dan gula dari makanan berinteraksi dengan kuman nan secara alami ada di mulut Anda. Menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi sekali sehari dapat menghilangkan plak, tetapi plak dapat dengan sigap terbentuk kembali.
2. Plak dapat mengeras di bawah garis gusi menjadi karang gigi (tartar)
jika dibiarkan menempel di gigi. Karang gigi lebih susah untuk dihilangkan. Anda tidak dapat menghilangkannya hanya dengan menyikat alias membersihkan dengan sikat. Maka diperlukan pembersihan ahli oleh master gigi. Karena plak dan karang gigi penuh dengan bakteri, semakin lama dibiarkan menempel di gigi, semakin besar kerusakan nan ditimbulkan.
3. Plak dapat menyebabkan gingivitis
Bentuk paling ringan dari penyakit gusi. Gingivitis adalah iritasi dan pembengkakan pada jaringan gusi di sekitar pangkal gigi. Gingiva adalah istilah lain untuk jaringan gusi. Gingivitis dapat disembuhkan dengan perawatan ahli dan kebersihan mulut nan baik di rumah tetapi hanya jika ditangani lebih awal sebelum terjadi kehilangan tulang.
4. Peradangan gusi nan berjalan terus-menerus dapat menyebabkan periodontitis
Lama kelamaan, kondisi ini menyebabkan terbentuknya kantong-kantong dalam antara gusi dan gigi. Kantong ini terisi oleh plak, karang gigi, dan bakteri, dan menjadi semakin dalam seiring waktu. Jika tidak diobati, jangkitan nan dalam ini bakal menyebabkan kehilangan jaringan dan tulang penyangga gigi. Akhirnya, Bunda bisa kehilangan satu alias lebih gigi. Selain itu, peradangan nan berkepanjangan juga dapat membebani sistem kekebalan tubuh dan memicu masalah kesehatan lainnya.
Pengobatan periodontitis
Buat Bunda nan mengalami masalah ini pengobatan nan efektif tentunya dengan datang ke master gigi. Ikuti agenda pemeriksaan rutin nan direkomendasikan oleh master gigi. Jika Bunda memandang adanya indikasi periodontitis, segera buat janji dengan master gigi. Semakin sigap mendapatkan perawatan, semakin besar kesempatan untuk membalikkan kerusakan nan disebabkan oleh periodontitis.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·