Gerd Pada Bayi: Kenali Penyebab Dan Gejalanya Menurut Dokter Anak

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Jakarta -

GERD alias Gastroesophageal Reflux Disease merupakan kondisi medis nan sering dialami orang dewasa. Tak banyak nan tahu, GERD rupanya juga bisa dialami bayi ASI, Bunda.

Perlu diketahui, GERD adalah kondisi ketika masam lambung naik ke kerongkongan. Pada bayi, GERD bisa terjadi sebagai corak komplikasi dari gumoh.

"Gumoh alias refluks jika menyebabkan komplikasi disebut sebagai GERD," kata Dokter Spesialis Anak Subspesialis Gastrohepatologi, dr. Himawan Aulia Rahman, Sp. A, Subsp. G.H, dalam aktivitas Media briefing berbareng RS Pondok Indah Group di Jakarta Pusat, Rabu (18/6/25).

Menurut Himawan, gumoh adalah kondisi naiknya isi lambung ke kerongkongan hingga keluar dari mulut secara pasif. Gumoh umumnya terjadi pada bayi kurang dari setahun. Nah, gumoh nan terlalu sering terjadi pada bayi bisa meningkatkan akibat GERD.

"Gumoh nan terlalu banyak bisa jadi GERD. Jadi, makin berat gumohnya, makin tinggi akibat GERD," ujar Himawan.

"Gumoh ini paling sering terjadi di bawah satu tahun. Kalau sudah di atas satu tahun, bayi mulai duduk, dan MPASI, gumoh bakal berkurang," sambungnya.

Penyebab gumoh nan bisa menjadi GERD pada bayi

Gumoh pada bayi nan dapat menjadi GERD bisa terjadi lantaran beberapa penyebab. Berikut tiga penyebabnya:

  1. Bayi tetap mengonsumsi jenis makanan tetap cair, seperti minum ASI dan susu formula. Kedua jenis makanan cair tersebut mudah berpindah-pindah dalam tubuh bayi, sehingga mudah menyebabkan gumoh.
  2. Posisi bayi tetap dominan tidur, di mana lambung dengan kerongkongan dan mulut berada dalam posisi nan sama. Hal itu membikin makanan nan dikonsumsi Si Kecil mudah sekali naik ke atas kerongkongan.
  3. Saluran cerna bayi belum berkembang sepenuhnya, sehingga rentan mengalami masalah pencernaan seperti gumoh.

Gejala GERD pada bayi

Berikut beberapa indikasi GERD pada bayi nan perlu Bunda waspadai:

  • Bayi rewel
  • Tidak mau menyusu
  • Berat badan susah naik
  • Batuk berulang
  • Muntah darah

Pada anak, GERD dapat ditandai dengan nafsu makan menurun, berat badan susah naik, batuk berulang, dan sakit di ulu hati. Bila anak mengalami indikasi GERD, Bunda bisa memeriksakannya ke master ya.

Perlukan pemeriksaan endoskopi jika anak mengalami masalah pencernaan, seperti muntah alias gumoh?

Pemeriksaan endoskopi dapat dilakukan pada anak nan mengalami masalah pencernaan. Namun, pemeriksaan dilakukan tergantung dengan indikasi, Bunda.

Ada beberapa indikasi kuat anak biasanya memerlukan pemeriksaan endoskopi, ialah perdarahan di saluran cerna, seperti muntah darah alias BAB berdarah, sakit perut nan lama alias lebih dari tiga bulan tanpa tahu penyebabnya, diare nan tak kunjung sembuh alias lebih dari dua minggu, dan muntah berulang.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Selengkapnya
Sumber
-->