Emiten Tambang Batu Bara (doid) Dirikan Anak Usaha Baru, Seperti Apa Prospeknya?

Sedang Trending 10 bulan yang lalu

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melalui dua entitas anaknya, PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) dan PT Katalis Investama Mandiri (KIM), mendirikan perusahaan baru berjulukan PT Biru Edu Praktik (BEP). Direktur BUMA Internasional Grup, Dian Paramita, menyampaikan tindakan ini merupbakal bagian dari strategi jnomor panjang Perseroan dalam memperkuat komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). 

Ia menyebut nantinya BEP bakal menjalankan aktivitas sebagai lembaga training kerja. Hal itu untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan keberlanjutan operasional perusahaan.

Berdasarkan struktur kepemilikan, Pt Bisa Ruang memegang kebanyakan saham BEP dengan porsi sebesar 99,7%. Sementara itu Katalis Investama menggenggam mempunyai 0,3% saham.

“Pendirian BEP tidak memberikan akibat material terhadap aktivitas operasional, hukum, kondisi keuangan, alias kelangsungan upaya DOID,” ucap Dian dalam keterbukaan info BEI, Selasa (24/6). 

Apabila menilik kinerjanya pada tahun kitab 2024, DOID membukukan rugi bersih sebesar US$ 61,3 juta alias setara Rp 990,9 miliar (kurs 16.157 per dolar AS) sepanjang 2024. 

Berdasarkan laporan keuangannya, DOID mencatat pendapatan sebesar US$ 1,75 miliar. Torehan ini turun 4,2% dari pendapatan tahun 2023 nan mencapai US$ 1,83 miliar. 

Secara rinci, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari pengguna utama, ialah PT Indonesia Pratama sebesar US$ 411 juta, disusul PT Berau Coal US$ 306,8 juta, PT Adaro Indonesia US$ 191,8 juta, dan BM Alliance Coal Operations Pty Ltd sebesar US$ 139,35 juta.

Berdasarkan segmen, kebanyakan pendapatan DOID disumbang oleh lini upaya penambangan batu bara dan jasa pertambangan senilai US$ 1,76 miliar. Sementara itu, pendapatan dari investasi tercatat US$ 4,88 juta dan dari segmen lain-lain sebesar US$ 4,39 juta.

Secara geografis, pasar Indonesia tetap menjadi penyumbang utama dengan nilai US$ 1,2 miliar, diikuti Australia sebesar US$ 523 juta, dan Amerika Serikat sebesar US$ 32,3 juta.

Selengkapnya
Sumber
-->