SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh meminta pemerintah wilayah tidak mengesampingkan penyelesaian status dan kesejahteraan 1.814 pembimbing honorer meski saat ini wilayah menghadapi tekanan anggaran akibat kebijbakal efisiensi dan berkurangnya biaya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Menurut Saleh, kondisi fiskal nan terpemisah semestinya tidak menjadi argumen untuk mengurangi perhatian terhadap bumi pendidikan. Ia menilai keberlangsungan pendidikan sangat berjuntai pada kesiapan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Pendidikan merupbakal sektor strategis. Meskipun ada efisiensi anggaran, nasib pembimbing honorer kudu tetap menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.
Diketahui, pemangkasan biaya TKD sebesar Rp1,5 triliun turut memengaruhi keahlian finansial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Meski demikian, Saleh menegaskan aletak anggaran tetap kudu mengutambakal kebutuhan dasar masyarakat, termasuk sektor pendidikan.
Ia menilai keberadaan pembimbing honorer tetap memegang peran krusial dalam menunjang proses belajar mengajar di beragam sekolah.
Selain jumlahnya nan tetap dibutuhkan, banyak dari mereka telah mengabdi selama bertahun-tahun dan mempunyai kontribusi besar bagi bumi pendidikan.
Karena itu, pemerintah diminta tetap memberikan perhatian terhadap masa depan para pembimbing honorer agar kualitas jasa pendidikan tidak terdampak oleh kebijbakal penghematan anggaran.
“Jangan sampai keterbpemimpin anggaran berakibat pada kualitas jasa pendidikan. Kebutuhan tenaga pendidik kudu tetap menjadi prioritas,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.
Saleh juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah wilayah dan pemerintah pusat untuk mencari solusi nan sesuai dengan izin sekaligus mempertimbangkan keahlian finansial daerah.
Selain itu, dia menekankan pentingnya keterbukaan dalam penataan tenaga non-ASN di sektor pendidikan dengan memperhatikan masa kerja, kebutuhan sekolah, serta kompetensi nan dimiliki para guru.
“Yang terpenting adalah gimana kebutuhan pembimbing di sekolah tetap terpenuhi, sementara para tenaga honorer nan selama ini mengabdi juga mendapatkan kepastian dan perhatian nan layak,” ujarnya.
Saleh berambisi pemerintah dapat menemukan kebijbakal terbaik sehingga efisiensi anggaran tidak mengganggu mutu pendidikan maupun kesejahteraan tenaga pendidik di Jawa Tengah.
“Kita semua tentu mau pendidikan di Jawa Tengah terus maju. Karena itu, keberadaan dan masa depan pembimbing honorer kudu menjadi bagian dari perhatian bersama,” pungkasnya. (*)
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·