Disuntik Danantara Rp 6,6 T, Harga Saham Garuda Indonesia (giaa) Melesat 9,4%

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melesat 9,4% ke level Rp 70 pada perdagangan hari ini, Selasa (24/6), pengaruh pengumuman rencana suntikan biaya Danantara sebesar US$ 405 juta alias Rp 6,65 triliun. 

Mengutip info Stockbit, saham Garuda langsung dibuka melesat hari ini di nilai Rp 69 dan ditutup satu poin di atasnya. Volume perdagangan tercatat sebanyak 117 juta saham dengan nilai mencapai Rp 8,1 miliar. Adapun kapitalisasi pasar perusahaan hanya mencapai Rp 6,4 triliun. 

Harga saham GIAA tercatat turun 9% dalam sepekan terakhir. Namun, nilai sahamnya telah naik 16% dalam sebulan terakhir terdongkrak berita rencana suntikan modal nan telah terdengar sejak bulan lalu.

Suntikan Dana Danantara

Danantara sebelumnya mengumumkan komitmen support pendanaan mencapai US$ 1 miliar alias setara Rp 16 triliun kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Pada tahap awal, biaya bakal diberikan dalam corak pinjkondusif pemegang saham alias shareholder loan senilai US $405 juta alias setara Rp 6,65 triliun.

Komitmen pendanaan Danantara diberikan dalam rnomor restrukturisasi penyehatan Garuda Indonesia. Adapun suntikan biaya tahap awal ini bakal digunbakal Garuda Indonesia untuk mendukung kebutuhan perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) armada. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani menegaskan kerja sama dengan Danantara Indonesia menjadi tonggak krusial dalam perjalanan transformasi perusahaan. Perusahaan menargetkan penguatan kapabilitas operasional dengan mengedepankan optimasi upaya dan peningkatan keahlian melalui support Danantara.

Wamildan juga menekankan keberhasilan proses pemulihan keahlian tidak hanya ditentukan oleh support finansial, tetapi juga berjuntai pada efektivitas strategi upaya nan dijalankan secara menyeluruh.

“Namun juga pada komitmen perusahaan nan didukung oleh beragam pihak untuk menata ulang strategi operasional dan upaya secara menyeluruh,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (24/6).

Dukungan pendanaan Danantara ini menjadi kelanjutan dari restrukturisasi nan telah dilakukan Garuda Indonesia sejak 2022. Dukungan tersebut mencakup optimasi model bisnis, pendanaan jnomor panjang, serta pendampingan berkepanjangan nan berpatokan prinsip tata kelola dan pemulihan keahlian nan solid.

Rencana RUPSLB dan Kinerja Keuangan Garuda Indonesia (GIAA)

Suntikan modal diberikan Danatara sebagai bagian dari restrukturisasi Garuda Indonesia. Adapun rencana restrukturisasi GIAA ini bakal menjadi agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir bulan ini, Senin (30/6). 

"Mata aktivitas ini (RUPSLB) merupbakal usulan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia selsaya Pemegang Saham Seri A Dwiwarna," demikian penjelasan manajemen GIAA dalam keterbukaan info dikutip, Selasa (10/6). 

Manajemen Garuda Indonesia menjelaskan, penyelenggaraan restrukturisasi penyehatan dilakukan dalam rnomor meningkatkan kesehatan finansial dan keahlian perusahaan. BUMN penerbangan ini mencatatkan rugi bersih mencapai US$ 76 juta alias sekitar Rp 1,2 triliun pada kuartal I 2025. 

Ekuitas perusahaan nan mencatatkan minus Rp 23,2 triliun, nan menandbakal bahwa perusahaan sudah insolvent namalain ambruk secara pencatatan akuntansi (technically bankrupt). Perusahaan juga mencatatkan utang menembus Rp 62,5 triliun hingga 31 Maret 2025. 

Selengkapnya
Sumber
-->