Disdik Semarang Buka Posko Spmb Terpadu, Seluruh Layanan Pendaftaran Terpusat Dalam Satu Lokasi

Sedang Trending 13 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menghadirkan Posko SPMB Terpadu nan beraksi di instansi Disdik Kota Semarang.

Posko tersebut melayani masyarakat setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Keberadaan posko terpadu ini ditujukan untuk memudahkan calon peserta didik maupun orang tua dalam mengakses beragam jasa dan info mengenai proses penerimaan siswa baru.

Seluruh kebutuhan manajemen dan konsultasi dapat diselesaikan di satu tempat tanpa kudu berpindah-pindah instansi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Ali Sofyan mengatakan, konsep jasa terpadu sengaja diterapkan agar masyarakat memperoleh pendampingan nan lebih efektif selama tahapan SPMB berlangsung.

Beragam jasa disediakan, mulai dari verifikasi info hingga pendampingan untuk beragam jalur penerimaan.

Ali menjelaskan dalam posko terpadu ini melaju untuk jalur afirmasi tidak mampu, mutasi, prestasi, disabilitas, kelas unik olahraga (KKO), verifikasi data, jasa kependudukan hingga jasa dari dinas sosial.

“Posko ini terpadu, jadi ada verifikasi info sekolah, ada pengecekan info kependudukan kita add dari Dispendukcapil, untuk siswa kurang bisa kita ada tim dari Dinsos untuk verifikasi DTSEN-nya, disabilitas kita juga siapkan tim dari RDRM (rumah duta revolusi mental) untuk mengecek, jadi komplit di sini semua,” jelas Ali, Senin, 8 Juni 2026.

Ia mengatakan, jasa nan paling banyak ditemui di posko biasanya mengenai anak-anak nan pindah dari luar kota ke Semarang melalui jalur mutasi.

Kemudian anak-anak nan memilih jalur prestasi, namun sertifikat kejuaraannya belum diunggah di lkondusif Sang Juara milik Disdik sehingga pada saat mendaftar online belum tercantum prestasinya.

“Anak-anak nan punya prestasi ini kudu ngisi di Sang Juara dan bisa dilakukan sejak kelas 4 SD, sekolahan asal kudu aware jangan malas-margumen mengisi Sang Juara untuk anak didiknya nan berprestasi,” tuturnya.

Selain itu, jasa Dispendukcapil biasanya banyak digunbakal bagi orang tua siswa nan info kependudukannya belum sinkron alias ada perubahan.

“Jika ada masalah dengan kependudukan maka bisa ditanybakal ke Dispendukcapil. Kalau ada masalah nan afirmasi penduduk miskin maka ada dari Dinsos. Jika ada masalah dengan ABK (anak berkebutuhan khusus) di sini ada RDRM,” terangnya.

Selain pos-pos tersebut, Disdik juga menyiapkan jalur unik bagi lulusan SMP nan bakal mendaftar ke SMA/SMK nan belum mendapatkan legalisir pada sertifikat kejuaraan.

“SMP tanggal 22 Juni mulai pendaftaran tapi justru nan ramai anak-anak lulusan SMP nan mau mendaftar ke SMA/SMK kudu melampirkan info kejuaraan alias prestasi nan di legalisir sertifikatnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ali menyebut untuk daya tampung alias kuota jenjang TK sebanyak 1.200 siswa, jenjang SD sebanyak 1.880 siswa dan jenjang SMP sebanyak 3.850 siswa untuk sekolah swasta gratis.

Sementara sekolah negeri untuk TK adalah 489 siswa, SD sebanyak 14.520 siswa dan SMP 11.582 siswa.

“Total daya tampung kita untuk TK 1687, SD dari 16.417 siswa,” sebutnya. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->