CEKLANGSUNG, Jakarta - Fenomena antrean panjang di toko emas usai Lebaran 2025 menarik perhatian publik. Beberapa masyarakat beramai-ramai membeli logam mulia, seolah tak mau ketinggalan momentum.
Saat itu nilai emas antam terus meroket. Bahkan menembus nilai sebesar Rp 2.016.000 per gram, dan nilai buyback tertinggi Rp 1.865.000 per gram. Emas sekarang tak sekadar simbol kemewahan, tetapi telah menjadi instrumen investasi nan makin dipercaya di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Logam mulia tak hanya memesona lantaran kilaunya, tetapi juga menyimpan nilai ekonomi nan tinggi. Namun, di kembali kekayaan tersebut, ada catatan krusial nan perlu dipahami. Cadangan emas Indonesia tidak selamanya bakal tersedia, jika tidak dikelola dengan baik.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) STJ Budi Santoso menyebut kondisi persediaan emas Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan. Walaupun secara geologis Indonesia tetap punya potensi besar nan belum tergarap. Bahkan hingga sekarang tetap banyak potensi tperiode emas lainnya nan tetap belum ditemukan.
"Kondisinya condong stagnan, apalagi berpotensi turun jika tidak dilakukan eksplorasi dengan penemuan-penemuan baru," kata Budi kepada CEKLANGSUNG, ditulis Rabu (25/6/2025).
Data terbaru Survei Geologi AS (USGS) mencatat Indonesia merupbakal negara nan kaya bakal sumber daya emas. Tercatat, persediaan emas RI mencapai 2.600 ton alias nyaris 5 persen total persediaan dunia pada 2024.
Kata Budi, saat ini perusahaan-perusahaan tetap aktif melakukan eksplorasi untuk mendapatkan sumber daya dan persediaan baru.
"Dengan produksi tahunan 150-160 ton per tahun, bakal lenyap 20 tahun lagi tapi itu terkonsentrasi dari produksi PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral," ucapnya.
Daerah Kaya Emas di Indonesia
Meskipun tantangan di depan mata, Indonesia tetap menjadi salah satu pemain besar di kancah internasional. Yaitu menduduki urutan ke-enam dunia. Negara dengan persediaan emas terbesar dipegang oleh Australia, nan mempunyai 12.000 ton emas.
Kemudian, Rusia menyusul di ranking kedua dengan 11.100 ton emas, diikuti Afrika Selatan dengan 5.000 ton emas, Amerika Serikat dan China dengan 3.000 ton emas.
Jika berbincang soal wilayah kaya emas di Indonesia, Papua tetap memegang rekor tertinggi. Kawasan tersebut telah menjadi pusat perhatian dunia, salah satunya lantaran tperiode Grasberg milik Freeport.
Sumbawa menyusul di posisi kedua, lampau wilayah-wilayah di Jawa bagian timur, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, hingga Halmahera. Budi menjelaskan bahwa tidak semua gunung di Indonesia menyimpan emas. Semua tergantung pada kondisi geologis dan proses alam di masa lalu.
Untuk menemukan emas pun bukanlah perkara menggali tanah sembarangan. Dibutuhkan pemahkondusif mendalam tentang pengetahuan bumi dan penerapan teknologi eksplorasi modern. Prosesnya dimulai dari pemetaan pengetahuan bumi untuk mengetahui kondisi batuan.
Lalu dilanjutkan dengan survei geofisika dan pengambilan sampel batuan di permukaan maupun bawah tanah.
"Dilakukan eksplorasi secara sistematis dan komprehensif mengaplikasikan konsep di atas dan teknologi baik yg sifatnya untuk mengidentifikasi potensi secara regional (skala luas) maupun skala detil," ujar dia.
Logam Lain nan Bernilai Tinggi
Di tengah kesukaan besar pada emas muncul pertanyaan, apakah ada logam lain nan lebih bernilai?
Budi menegaskan saat ini emas paling tinggi nilai ekonomisnya. Namun, terdapat komoditas lain seperti platinum juga dianggap mempunyai nilai tinggi. Dalam beberapa kasus nilainya dapat melampaui emas.
Kendati begitu, eksplorasinya jauh lebih menantang lantaran syarat terbentuknya berbeda, dan keberadaannya di Indonesia tetap sangat terbatas. "Sudah mulai ada nan mencoba melakukan eksplorasi di Indonesia," jelas dia.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·