Danantara Minat Jadi Investor Strategis Proyek Pertamina Geothermal (pgeo)

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias Danantara Indonesia tengah memtelaah rencana penandatanganan Head of Agreement (HoA) dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) alias PGE.  

CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan, rencana tersebut untuk mendorong proyek-proyek prioritas agar segera masuk dalam daftar penyelenggaraan investasi. Salah satu konsentrasi utama nan ditelaah dalam pertemuan dengan jaliran dewan Pertamina Geothermal Energy (PGE) di instansi Danantara adalah pengembangan daya panas bumi hingga kapabilitas 3 gigawatt (GW).

“Ini merupbakal langkah krusial dalam mempercepat transisi menuju daya bersih dan berkelanjutan,” tulis Rosan dalam media sosialnya, Selasa (24/6). 

Rosan menekankan, Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 turut menjadi perhatian utama, terutama dalam integrasi proyek-proyek panas bumi. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis bagi percepatan hilirisasi daya serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di tingkat nasional.

PGEO Targetkan 1 GW Kapasitas Mandiri dalam Dua Tahun

PGE saat ini mengelola kapabilitas terpasang sebesar 1.877,5 megawatt (MW). Dari total kapabilitas tersebut, sekitar 672,5 MW dikelola secara langsung oleh PGE, sedangkan 1.205 MW lainnya dijalankan melalui skema Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract/JOC).

Sepanjang 2024, produksi listrik PGE tercatat mencapai 4.827,22 gigawatt hour (GWh), meningkat 1,96% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh keahlian positif dari beberapa area utama, seperti Kamojang nan mencatatkan pertumbuhan 5,36%, Lahendong 0,40%, dan Lumut Balai 2,72%. 

Adapun daya panas bumi nan dihasilkan PGE saat ini bisa memasok kebutuhan listrik lebih dari 2 juta rumah tangga dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 9,7 juta ton CO? per tahun. 

Ke depan,  PGE menargetkan kapabilitas terpasang berdikari mencapai 1 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,7 GW pada 2033. Demi mewujudkan sasaran tersebut, PGE bakal terus mendorong peningkatan produksi, eksplorasi, dan pengembangan WKP baru, termasuk proyek Lumut Balai Unit 2 nan direncanbakal mulai beraksi pada pertengahan tahun ini. 

“Langkah ini sejalan dengan upaya PGE dalam mendukung transisi daya nasional, memperkuat ketahanan energi, dan mendukung pencapaian sasaran Net Zero Emission pada 2060,” tulis manajemen PGEO dalam keterangannya, Senin (23/6).

Selengkapnya
Sumber
-->