Ketuban pecah awal sebelum persalinan dialami sebagian Bunda. Sebenarnya, berapa lama bayi memperkuat di kandungan setelah ketuban pecah?
Tanda-tanda ketuban pecah sering kali tak disadari para ibu hamil. Padahal, kondisi ini menjadi pertanda darurat untuk Bunda sesegera mungkin ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan medis.
Apakah rawan jika membiarkan terlalu lama antara ketuban pecah dan persalinan? Ketuban pecah awal sebelum persalinan menjadi akibat nan bisa dialami Bunda mengandung kapan saja. Patut Bunda waspadai bahwa akibat ini sangatlah rawan mengingat ketika ketuban pecah terjadi, akibat jangkitan pun meningkat.
Bagi Bunda nan sudah mengalami kehamilan cukup bulan, master biasanya menyarankan untuk menginduksi persalinan jika tidak terjadi kontraksi secara alami dalam waktu 24 jam, seperti dikutip dari laman Medical News Today.
Penting Bunda ketahui bahwa ketika ketuban pecah, kantung ketuban tak lagi dapat melindungi dari infeksi, dan akibat kuman memasuki rahim bisa terjadi. Karenanya, ketika Bunda mengalami ketuban pecah, segeralah mencari pertolongan medis. Sebab, menunda-nunda ke rumah sakit alias perawat justru dapat meningkatkan akibat komplikasi ya, Bunda.
Kenali tanda-tanda ketuban pecah
Ketuban pecah mungkin bakal Bunda rasakan seperti orang buang air mini nan keluar terus menerus tanpa bisa dihentikan. Ketika perihal ini terjadi, artinya kantung ketuban di dalam rahim Bunda sudah pecah. Kantung ketuban sendiri sebenarnya berisi cairan ketuban nan berfaedah melindungi janin selama kehamilan.
Ketika terjadi kondisi ketuban pecah, salah satu tanda nyata nan Bunda rasakan ialah adanya cairan nan mulai bocor dari vagina. Dalam kondisi ini, susah untuk memprediksi berapa banyak cairan ketuban nan bakal dikeluarkan. Karena, sebagian wanita mengalami cairan nan keluar cukup deras sementara nan lainnya mengalami aliran alias tetesan nan sedikit dan stabil hingga bayi lahir.
Saat ketuban pecah Bunda alami, menggunakan pembalut sementara waktu hingga Bunda tiba di rumah sakit menjadi salah satu pilihan nan bisa dilakukan.
Beda air ketuban dan urine
Oh iya, Bunda, cairan ketuban dan cairan urine tentunya berbeda ya, Bunda. Perbedaannya meliputi sebagai berikut:
- Urine biasanya berwarna kuning dan berbau seperti amonia, sedangkan keputihan mungkin berwarna putih susu dengan konsistensi lendir encer.
- Cairan ketuban umumnya berwarna cerah alias kuning pucat dan tidak berbau
Apa nan kudu dilakukan jika ketuban pecah?
Bunda nan mengalami ketuban pecah dini, segeralah mengunjungi rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dari master kandungan dan ginekologi. Dokter nantinya bakal memberi tahu apa nan bakal dilakukannya berasas usia kehamilan serta faktor-faktor lainnya.
Untuk mengurangi akibat infeksi, Bunda bisa menggunakan pembalut guna membantu penyerapan cairan ketuban. Gantilah pembalut secara berkala dan berhati-hati ketika menyeka saat membersihkannya.
Hindari pula hubungan seks, berenang, alias menggunakan produk di sekitar perangkat kelamin. Dan, jagalah kebersihan memek terutama saat Bunda ke bilik mandi. Jika Bunda mulai merasa tidak lezat badan dan menunjukkan tanda-tanda infeksi, ada baiknya segera mencari pertolongan medis ya, Bunda.
Berapa lama bayi memperkuat setelah ketuban pecah?
Ketika ketuban pecah saat usia bayi cukup bulan, kebanyakan ibu mengandung bakal mulai melahirkan dalam waktu 12 jam setelah ketuban pecah. Sekitar 95 persen wanita bakal mulai melahirkan secara spontan dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Bunda juga bisa menghubungi master sementara waktu jika tidak mengalami tanda-tanda persalinan dalam beberapa jam setelah ketuban pecah.
The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan untuk menunggu tidak lebih dari 24 jam sebelum menginduksi persalinan pada orang nan ketubannya pecah saat cukup bulan.
Memilih untuk menunggu terlalu lama tanpa pengawasan medis bisa berisiko terjadinya infeksi. Sehingga, krusial untuk menghubungi master untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Apa nan terjadi jika ketuban pecah dini?
Tak sedikit Bunda mengandung mengalami kasus ketuban pecah terlalu dini. Nah, jika ketuban pecah setelah 37 minggu kehamilan tetapi sebelum persalinan, master menyebut ketuban pecah sebelum persalinan alias preterm premature rupture of the membranes (PPROM.
Dalam kondisi tersebut, seperti direkomendasikan ACOG sebaiknya segera dilakukan persalinan. Tetapi, master kandungan dan ginekologi juga dapat menawarkan periode manajemen ekspektatif untuk waktu nan terbatas. Artinya, master bakal memantau pasien dan menunggu untuk memandang apakah persalinan dimulai dengan sendirinya.
Kemudian, jika ketuban pecah sebelum 37 minggu, master menyebut ketuban pecah sebelum waktunya alias “preterm premature rupture of the membranes (PROM). Dalam kasus ini, master bakal mengukur terlebih dulu akibat dan manfaatnya saat menentukan apakah bakal melakukan tindakan induksi persalinan alias memberikan waktu untuk manajemen ekspektatif.
Setelah master memastikan ketuban seorang wanita mengandung telah pecah, mereka bakal mempertimbangkan hal-hal berikut dalam menyusun rencana tindakan sebagai berikut:
- Seberapa awal ketuban pecah
- Kesehatan Bunda hamil, termasuk adanya tanda infeksi
- Kesehatan janin saat itu, termasuk apakah ada tanda-tanda kegawatan
- Posisi janin
- Faktor risiko
Biasanya, setelah mempertimbangkan faktor-faktor di atas, tindakan induksi persalinan alias manajemen ekspektasi jangka pendek dapat dilakukan setelahnya.
Berapa lama bayi bisa memperkuat dari kondisi ketuban pecah?
Cairan ketuban sendiri merupakan cairan nan terdiri dari hormon, nutrisi, dan antibodi. Cairan ini menjadi alas pelindung bagi bayi mulai dari sekitar 12 hari setelah pembuahan. Bayi dalam perihal ini betul-betul meminum cairan seperti air tersebut dan akhirnya membuangnya juga seperti buang air mini ke dalamnya juga.
Manfaat dari cairan ini sendiri ialah menjaga bayi tetap hangat dan membantu mengembangkan kegunaan paru-paru, sistem pencernaan, dan apalagi sistem muskuloskeletalnya. Namun, setelah usia kehamilan 23 minggu, bayi tak lagi berjuntai pada cairan ketuban untuk memperkuat hidup.
Mereka akhirnya menerima nutrisi dan oksigen dari plasenta Bunda. Dan, pada fase akhir kehamilan, kantung ketuban lebih berfaedah sebagai perlindungan saja ya, Bunda. Jika kantung tersebut pecah, bayi pun lebih rentan terhadap jangkitan dan akibat lainnya, seperti prolaps tali pusat.
Mengutip dari laman Healthline, berapa lama bayi dapat memperkuat hidup setelah ketuban pecah tentunya berjuntai pada sejumlah faktor. Jadi, tidak ada jawaban pasti jika mempertimbangkan semua hal.
Dalam kasus di mana bayi lahir prematur, mereka dapat memperkuat hidup dengan baik selama berminggu-minggu dengan pemantauan dan perawatan nan tepat, ialah di rumah sakit.
Sementara, dalam kasus di mana bayi berumur setidaknya 37 minggu, penelitian menunjukkan bahwa tetap kondusif untuk menunggu 48 jam (dan terkadang lebih lama) hingga persalinan dimulai dengan sendirinya).
Kuncinya di sini adalah pemantauan secara berkala. Jika ketuban pecah dan Bunda tidak mendapatkan perhatian medis, bayi kemungkinan bisa mengalami beberapa akibat serius dan apalagi meninggal. Selain itu, Bunda juga bisa berisiko terkena jangkitan dan komplikasi lainnya.
Ada baiknya, segeralah pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pertolongan medis ketika mengalami kondisi pecah ketuban ya, Bunda. Bayi hanya bisa memperkuat tidak lebih dari 24 jam di dalam kandungan setelah pecah ketuban. Segera cari pertolongan medis untuk melahirkan sebelum terjadi akibat infeksi.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·