PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), resmi mengoperasikan dua kapal pengangkut gas Ethylene. CSI merupbakal entitas unik dari Chandra Asri Group nan konsentrasi pada investasi infrastruktur, khususnya di bagian logistik.
Langkah ini menjadi strategi krusial untuk memperkuat kapabilitas logistik maritim perusahaan dan memastikan kelancaran pengedaran bahan bsaya utama petrokimia antarnegara. Kapal-kapal tersebut melayani pengiriman dari pabrik petrokimia Chandra Asri Group di Cilegon ke Aster Chemical & Energy Pte. Ltd. di Singapura.
Integrasi logistik nan dilakukan CDIA turut mendukung efisiensi operasional, memperkuat kendali atas rantai pasok, dan menjamin kesiapan bahan bsaya secara berkelanjutan. Tak hanya untuk kebutuhan internal grup, CSI juga membuka layanannya bagi pihak eksternal, dengan elastisitas beraksi di perairan domestik maupun internasional (oceangoing).
Presiden Direktur CDI Group, Fransiskus Ruly Aryawan, mengatbakal CSI berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan dalam penyediaan jasa logistik maritim nan andal. Dengan mengirimkan bahan bsaya secara tepat waktu kepada pelanggan, CSI tidak hanya menunjang operasional Chandra Asri Group, tetapi juga memainkan peran strategis dalam ekosistem industri petrokimia regional.
“Ke depan, CSI bakal terus menangkap potensi pasar nan terus berkembang, memperluas layanan, dan memperkuat posisi Grup secara keseluruhan di pasar kimia Asia Tenggara,” tulis Fransiskus dalam keterangan resminya, Rabu (25/6).
Hingga Juni 2025, CSI telah mengoperasikan delapan kapal unik untuk pengpikulan produk kimia dan gas. Ke depannya, perusahaan juga tengah mengkaji ekspansi jasa ke sektor manajemen perkapalan, termasuk pemeliharaan kapal dan jasa pendukung lainnya.
“Langkah ini merupbakal bagian dari komitmen CSI untuk menghadirkan solusi logistik maritim nan terintegrasi dan berkelanjutan,” tulis Fransiskus dalam keterangannya, dikutip Rabu (25/6).
CDIA IPO Juli 2025
Anak upaya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ialah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) bakal menggelar penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari tindakan korporasi ini, bayi naga ini bakal meraup biaya segar hingga Rp 2,37 triliun.
Berdasarkan prospektusnya, emiten orang terkaya di Indonesia Prajogo Pangestu itu bakal melepas 12,48 miliar saham alias 10% dari modal disetor dan ditempatkan pasca IPO. CDIA dijadwalkan bakal melantai di BEI pada 8 Juli 2025 mendatang.
CDIA merupbakal entitas unik nan konsentrasi pada investasi prasarana di sektor energi, air, dan pelabuhan. Melalui anak upaya PT Krakalias Chandra Energi (KCE) nan diakuisisi dari PT Krakalias Sarana Infrastruktur anak upaya PT Krakalias Steel Tbk pada 2023, CDIA mengelola beragam operasional daya milik Chandra Asri Group.
Selain itu, Chandra Daya juga memperkuat upaya lewat entitas lainnya, seperti PT Chandra Shipping International (CSI) menandatangani nota kesepahkondusif dengan PT Pertamina International Shipping (PIS) pada Oktober 2024 untuk memperluas jaringan transportasi laut.
Analyst & Head of Literation Kiwoom Sekuritas Octavianus Audi, menilai nilai IPO CDIA pada kisaran Rp 170–Rp 190 per saham secara konservatif tergolong premium. Hal ini terlihat dari proyeksi Price Earning Ratio (PER) di kisaran 40–45 kali, sementara sektor prasarana logistik umumnya berada pada kisaran 15–25 kali.
Ia mengatbakal valuasi tersebut mencerminkan strategi ekspansi garang CDIA, seperti pembelian armada kapal dan pengembangan terminal nan dibiayai dari hasil IPO. Namun, menurut dia, IPO CDIA tetap menarik untuk investasi jnomor panjang. Rasio profitabilitas juga memperlihatkan esensial solid, dengan margin untung bersih sekitar 32% dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 0,44x pada tahun kitab 2024.
Menurut dia, valuasi perusahaan dinilai bakal semakin menarik seiring pertumbuhan pesat sektor logistik dan konektivitas maritim. Jika CDIA bisa menjaga leverage tetap rendah dan seluruh pendanaan berasal dari IPO, Audi memandang perihal ini bakal menjadi kelebihan kompetitif dalam jnomor panjang.
“Jika memandang nilai IPO, maka perkiraan kapitalisasi pasar CDIA bakal mencapai Rp 21,2–Rp 23,7 triliun,” kata Audi kepada Katadata.co.id, Kamis (19/6).
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·