Asosiasi Sebut Dampak Perang Iran-israel Ke Ekspor Mineral Dan Batu Bara Ri

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association Hendra Sinadia mengatbakal upaya industri pertambangan belum terpengaruh perang Iran-Israel.

“Sejauh ini kami belum menerima info mengenai akibat perang. Ekspor mineral dan batu bara Indonesia kebanyakan lewat jalur perairan Pasifik dan Hindia,” kata Hendra saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (24/6).

Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Gita Mahyarani juga mengatbakal perihal nan sama. “Belum ada pengaruh nan signifikan untuk akibat ke nilai batu bara termal dari Indonesia Kenaikan harganya lebih banyak batu zbara coking,” ucapnya.

Namun, perang Iran-Israel tetap mengkhawatirkan jika nilai minyak terus naik. “Karena bakal berpengaruh ke kenaikan pengeluaran transportasi. Saat ini kami tetap terus menunggu sembari memantau kondisi terkini,” ujarnya.

Sejak meletusnya perang Iran-Israel, nilai minyak bumi semakin meningkat dari hari ke hari. Kondisi ini diperparah oleh rencana pemerintah Iran nan bakal menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan bagi 20% pasokan minyak dunia. 

Harga minyak referensi bumi sempat ambruk ke titik terendah dalam seminggu pada awal perdagangan hari ini. Kondisi tersebut dipicu usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Iran-Israel, menghilangkan kekhawatiran pasar mengenai pasokan minyak di area tersebut.

Harga minyak mentah Brent turun US$ 2,69 alias 3,76% menjadi US$ 68,79 per barel pada pukul 0006 GMT, setelah turun lebih dari 4% di awal sesi dan menyentuh level terendah sejak 11 Juni.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS merosot US$ 2,7, alias 3,94%, menjadi US$ 65,46 per barel, setelah mencapai level terlemah sejak 9 Juni di awal sesi dan turun sekitar 6%.

Selengkapnya
Sumber
-->