Agustina: Kerukunan Jadi Modal Utama Semarang Terus Tumbuh Dan Berkembang

Sedang Trending 4 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa kerukunan nan terjaga di tengah masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendukung kemajuan Kota Semarang.

Menurutnya, keberagkondusif suku, agama, budaya, dan latar belakang penduduk justru menjadi modal sosial nan membikin Semarang tetap aman, nyaman, dan terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri Malam Tirakatan, Doa Bersama, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rnomor memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di halkondusif Balai Kota Semarang, Senin (15/6) malam.

Ia menilai, keberhasilan pemgedung tidak semata-mata ditentukan oleh pemgedung bentuk maupun masuknya investasi, melainkan juga oleh keahlian masyarakat menjaga keharmonisan, saling menghargai, dan hidup berdampingan secara damai.

“Semarang adalah rumah bersama. Kekuatan kota ini bukan hanya pada pemgedung fisiknya, tetapi pada warganya nan bisa menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Inilah modal sosial nan membikin Semarang terus bergerak maju dan menjadi kota nan nykondusif bagi semua,” ujar Agustina.

Dalam kesempatan itu, Agustina menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat nan selama ini berkontribusi menjaga suasana kondusif di Kota Semarang.

Mulai dari tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Berkeyakinan (FKUB), Forkopimda, aparatur sipil negara, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga masyarakat nan terus mengedepankan semangat gotong royong dan toleransi.

Menurutnya, kedewasaan masyarakat Semarang tercermin dari keahlian menyikapi perbedaan dengan bijak. Ia mencontohkan penyampaian aspirasi oleh mahasiswa nan berjalan pada hari nan sama dan melangkah secara tertib serta damai.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari kehidupan demokrasi. nan membanggakan, masyarakat kota Semarang bisa menyampaikan pendapat dengan santun dan tetap menjaga suasana nan kondusif. Ini menunjukkan bahwa budaya perbincangan dan saling menghargai tumbuh kuat di kota kita,” katanya.

Agustina mengatakan, peringatan Tahun Baru Hijriah nan bertepatan dengan Malam Satu Suro menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan melakukan refleksi diri.

Menurutnya, kemajuan kota kudu dibangun melalui kerja sama dan semangat persaudaraan nan kuat.

“Tahun Baru Hijriah mengajarkan semangat hijrah menuju kebaikan, sementara Satu Suro membujuk kita melakukan refleksi. Keduanya mengingatkan pentingnya memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menata masa depan bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Semarang bakal terus menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh penduduk agar dapat hidup berdampingan secara harmonis.

Sebab, kerukunan menjadi fondasi krusial dalam mewujudkan pemgedung nan inklusif dan memberikan faedah bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kota nan maju bukan hanya kota nan infrastrukturnya baik, tetapi juga kota nan masyarakatnya rukun. Kerukunan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial adalah daya nan membikin Semarang semakin hebat, semakin membahagiakan, dan semakin terbuka bagi siapa saja,” tegasnya.

Pada penghujung acara, penduduk disuguhkan pagelaran wayang kulit dengan lakon Ngamarta Binangun.

Agustina menilai pesan nan terkandung dalam cerita tersebut sejalan dengan semangat pemgedung Kota Semarang nan mengedepankan kebersamaan dan kolaborasi.

“Lakon ini mengajarkan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, kolaborasi, dan kesediaan menempatkan kepentingan berbareng di atas kepentingan pribadi. Semangat itulah nan terus kita bangun di Kota Semarang,” ujarnya.

Melalui momentum pergantian tahun tersebut, Agustina membujuk masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, merawat kebersihan dan keelokan kota, serta memperkuat rasa mempunyai terhadap Semarang sebagai rumah berbareng nan aman, harmonis, dan semakin maju. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->