Pernah merasa kurang pede walaupun sebenarnya Anda sudah capek-capek belajar, kerja keras, dan hasilnya juga sudah terbukti? Atau sering merasa bahwa perihal nan Anda dapatkan hanyalah aspek keberuntungan, bukan lantaran Anda memang mampu? Kalau iya, bisa jadi Beauties sedang mengalami impostor syndrome.
Kondisi psikologis ini bikin seseorang merasa dirinya tidak cukup layak atas pencapaian nan sudah diraih, apalagi sering merasa seperti “penipu” nan kapan saja bakal ketahuan. Meski terdengar sepele, impostor syndrome bisa menghalang perkembangan diri dan bikin Anda terus hidup dalam tekanan.
Nah, biar lebih paham, yuk kenali ciri-cirinya seperti dilansir dari Psychology Today dan Damore Mental Health.
1. Sering Meragukan Kemampuan Diri Sendiri

Ilustrasi orang nan ragu/ Foto: Freepik.com/jcomp
Salah satu karakter utama impostor syndrome adalah kecenderungan meremehkan keahlian sendiri. Kamu merasa tidak cukup pintar, tidak cukup berbakat, alias tidak sekompeten nan orang lain pikirkan.
Padahal, faktanya Anda sudah menunjukkan hasil nyata. Bahkan saat mendapatkan pencapaian, Anda merasa itu hanya kebetulan alias hasil kerja keras semata, bukan lantaran Anda memang layak. Rasa ragu ini bisa membuatmu terus merasa tidak aman, meski sudah berada di posisi nan baik.
2. Terlalu Perfeksionis

Ilustrasi orang perfeksionis/ Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers
Orang dengan impostor syndrome sering kali menetapkan standar nan sangat tinggi dan tidak realistis terhadap dirinya sendiri. Mereka merasa semua kudu sempurna, lantaran takut jika ada kesalahan sedikit saja, orang bakal tahu bahwa mereka sebenarnya tidak cukup mampu.
Nah, ketika tidak memenuhi ekspektasi ini, mereka merasa kandas total. Padahal, kesalahan sebenarnya adalah bagian wajar dari proses belajar dan bertumbuh.
3. Selalu Mengaitkan Keberhasilan dengan Faktor Eksternal

Ilustrasi orang sukses/ Foto: Freepik.com/freepik
Beauties sering merasa kesuksesan nan didapat bukan lantaran keahlian sendiri, tapi hanya lantaran keberuntungan, support orang lain, alias waktu nan pas? Ini adalah indikasi unik lainnya dari impostor syndrome.
Orang nan mengalaminya merasa tidak layak mendapat pengakuan lantaran percaya bahwa siapa pun di posisi mereka juga bakal mendapatkan hasil nan sama. Mereka enggan mengakui bahwa keberhasilan itu adalah buah dari upaya dan keahlian diri sendiri.
4. Canggung saat Menerima Pujian

Ilustrasi orang canggung/ Foto: Freepik.com/freepik
Bagi pengidap impostor syndrome, menerima pujian bisa terasa tidak nyaman. Mereka sering merespons dengan merendahkan diri sendiri alias mengalihkan perhatian dari keberhasilannya.
Dalam benaknya, pujian itu tidak tulus alias hanya basa-basi, lantaran mereka merasa belum betul-betul pantas. Hal ini pada akhirnya bisa menghalang kepercayaan diri dan memperkuat pola pikir negatif terhadap diri sendiri.
5. Selalu Takut 'Ketahuan' Bahwa Dirinya Tidak Hebat

Ilustrasi orang takut ketahuan/ Foto: Freepik.com/freepik
Seseorang dengan impostor syndrome selalu punya ketakutan bahwa suatu saat orang-orang di sekitar bakal menyadari bahwa dirinya tidak sehebat nan dikira. Ini menimbulkan kekhawatiran sosial nan tinggi.
Pasalnya, mereka selalu berupaya mempertahankan gambaran kompeten, apalagi dengan mengorbankan kesehatan mental. Perasaan ini membikin mereka terus bekerja ekstra keras apalagi ketika sebenarnya sudah tidak mampu.
6. Enggan Mengambil Peluang Karena Takut Gagal

Ilustrasi orang takut/ Foto: Freepik.com/8photo
Rasa takut kandas membikin orang dengan impostor syndrome sering melewatkan kesempatan nan semestinya bisa membawa kemajuan. Mereka berpikir, “Bagaimana jika rupanya saya tidak mampu?” alias “Nanti malah malu jika gagal.”
Ketakutan ini membikin mereka memilih bermain kondusif dan menahan diri terhadap beragam peluang, meski nyatanya mereka mungkin sangat bisa jika mencoba. Intinya, impostor syndrome membikin orang-orang lebih konsentrasi pada akibat kandas dibandingkan potensi sukses.
7. Merusak Kesuksesan Diri Sendiri

Ilustrasi orang merusak sesuatu/ Foto: Freepik.com/jcomp
Dalam banyak kasus, orang dengan impostor syndrome bisa melakukan sabotase terhadap diri sendiri, seperti menunda-nunda pekerjaan, menolak promosi, alias apalagi keluar dari kesempatan emas.
Ini bukan lantaran mereka tidak mampu, tetapi lantaran merasa tidak layak dan takut tidak bisa memenuhi ekspektasi. Akibatnya, mereka terus terjebak dalam lingkaran ketidakpercayaan diri nan membikin mereka kehilangan banyak kesempatan berbobot untuk bertumbuh.
Beauties, itulah sejumlah ciri-ciri impostor syndrome. Kalau Anda merasa beberapa poin di atas terdengar familiar, bukan berfaedah Anda lemah alias gagal. Impostor syndrome bisa dialami oleh siapa saja, termasuk orang-orang berprestasi. Tapi, semoga dengan mengenali ciri-cirinya, Anda bisa pertimbangan dan perlahan memperbaiki diri, ya!
***
Ingin jadi salah satu pembaca nan bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke organisasi pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·