6 Fakta Ipo Merry Riana Edukasi (meri), Bidik Rp 39 M Cek Prospek Dan Kinerjanya

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Motivator sekaligus penanammodal Merry Riana membawa Lembaga kursus dan Pendidikan PT Merry Riana Edukasi Tbk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana alias Initial Public Offering (IPO). Perusahaan dengan kode ticker MERI ini dijadwalkan bakal IPO pada 9 Juli 2025 mendatang.

MERI bakal melepas 266 juta saham dari total saham nan ditempatkan dan disetor alias setara 25%. Merujuk prospektus, nilai saham nan ditawarkan adalah Rp 110- Rp 150 per saham dengan nilai nominal Rp 12,5 per saham. Dari tindakan ini, perusahaan bakal meraup biaya segar hingga Rp 39,99 miliar.

Bersamaan dengan penyelenggaraan IPO, perusahaan juga melakukan program ESA sebanyak-banyaknya 5% dari jumlah saham nan ditawarkan saat IPO. Merry Riana menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas menjadi penjamin dan pelaksana emisi efek.

Seperti apa rencana IPO dan gimana kebenaran di baliknya? Berikut sejumlah info krusial mengenai rencana IPO MERI

5 Fakta Penting Mengenai IPO MERI 

Rencana Usai IPO

Setelah resmi melantai di BEI, setelah dikurangi biaya emisi efek, perseroan berencana mengalokasikan seluruh biaya nan diperoleh untuk memperkuat lini upaya pendidikan melalui penyertaan modal kepada dua entitas anak, ialah PT Merry Riana Edukasi Delapan dan PT Merry Riana Akademi Tujuh.

Sekitar 65% dari biaya IPO bakal disalurkan ke PT Merry Riana Edukasi Delapan. Dana ini bakal digunbakal untuk beragam keperluan strategis, seperti penyewaan letak Learning Centre, shopping iklan daring dan luring, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pengadaan perlengkapan pengaliran dan operasional kantor.

Lalu sekitar 35% biaya IPO bakal dialokasikan ke PT Merry Riana Akademi Tujuh untuk mendukung penyelenggaraan beragam program pengembangan diri dan kepemimpinan. Di antaranya adalah Life Camp, Leadership Camp, dan Billionaire Camp nan bakal digelar rutin setiap tahun selama periode 2025–2027. Dana ini juga mencakup kebutuhan pemasaran dan pengadaan perlengkapan penunjang aktivitas belajar.

Struktur Permodalan Sebelum dan Sesudah IPO

Sebelum IPO kepemilikan saham didominasi oleh PT Merry Riana Indonesia sebesar 74,99% dan PT Tancorp Investama Mulia sebesar 25%. Setelah IPO, porsi kepemilikan PT Merry Riana Indonesia terdilusi menjadi 56,25%, dan PT Tancorp Investama Mulia menjadi 18,75%. Investor publik sekarang memegang 25% dari total saham alias setara 266,66 juta saham dengan nilai nominal Rp 3,33 miliar.

Setelah IPO struktur kepemilikan saham perusahaan juga berubah. Total modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 800 juta saham menjadi 1,066 miliar saham dengan nilai nominal Rp 13,33 miliar.

Prospek Usaha MERI

Perusahaan memandang prospek upaya ke depan tetap menjanjikan di tengah ketidakpastian global. Hal ini didukung oleh keahlian ekonomi Indonesia nan solid, dengan pertumbuhan 5,02% secara tahunan (yoy) pada kuartal keempat 2024, melampaui beberapa negara seperti Singapura, Arab Saudi, dan Malaysia. Secara tahunan, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,03% sepanjang 2024.

Secara sektoral, perusahaan memandang industri pendidikan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor jasa pendidikan tumbuh 3,75% pada 2024. Indeks Harga Produk (IHP) jasa pendidikan juga meningkat 1,27% secara kuartalan dan 6,91% secara tahunan pada triwulan IV-2024. 

Selain itu, aletak anggaran pendidikan nasional pada 2024 mencapai Rp 660,8 triliun alias 20% dari total shopping APBN, naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan MERI

Adapun hingga tahun kitab 2024, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30,23% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 35,82 miliar dari sebelumnya Rp 27,5 miliar pada 2023. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan lini upaya Learning Center dan Event, meskipun lini Digital mengalami sedikit penurunan.

Seiring dengan itu, untung tahun melangkah perusahaan meningkat 6,77% menjadi Rp 9,29 miliar, dibandingkan Rp 8,7 miliar pada tahun sebelumnya. 

Kebijbakal Dividen

Setelah IPO, perseroan merencanbakal pembagian dividen kas hingga maksimal 35% dari untung bersih. Namun, kebijbakal dividen bakal disesuaikan berasas persetujuan RUPS dan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti keahlian keuangan, kebutuhan kas, prospek usaha, dan kondisi pasar.

Manajemen perusahaan juga menyebut dewan juga mempunyai kewenangan untuk menyesuaikan besaran dividen, termasuk kemungkinan tidak membagikan dividen jika dinilai tidak sesuai dengan kondisi dan kepentingan perusahaan.

Jadwal IPO Merry Riana Edukasi (MERI)

  • Masa Penawaran Awal : 24 – 26 Juni 2025
  • Tanggal Efektif : 30 Juni 2025
  • Masa Penawaran Umum : 2 – 7 Juli 2025
  • Tanggal Penjatahan : 7 Juli 2025
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 8 Juli 2025
  • Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek : 9 Juli 2025
Selengkapnya
Sumber
-->