20 Foto Kota Tua Jakarta, Tiket Masuk, Objek Wisata Sejarah Instagramable

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kota Tua Jakarta – Bosan dengan wisata alam, seperti pantai dan pegunungan, tidak ada salahnya untuk mencoba wisata bersejarah. Siapa snomor di sebuah kota metropolitan seperti di Jakarta tersimpan tempat wisata nan unik dan menarik, di kembali megahnya gedung perkantoran masa kini.

Bagi Anda nan suka sekali dengan gedung unik Belanda, memilih Kota Tua Jakarta adalah pilihan nan tepat. Di area ini kita bakal menemukan banyak gedung peninggalan Belkamu zkondusif dulu pada masa penjajahan.

Meskipun bangunan-gedung di area ini sudah berumur ratusan tahun dan tidak sedikit gedung nan rusak, namun gedung-gedung berhistoris ini  tetap berdiri kokoh dan terlihat megah, apalagi beberapa bagian nan rusak semakin memberikan aksen tersendiri.

Kota Tua JakartaKota Tua Jakarta

Informasi Dasar

Jam Operasional: 24 jam (Dengan Catatan)
Harga Tiket Masuk: Rp 1.000,00- Rp 2.500,00/ orang
Nomor Telepon:
Aktivitas Seru: Berjalan-jalan, Bermain, Berfoto, Kulineran
Waktu Terbaik: Pagi Hari alias Sore Hari mulai pukul 16.00-18.00 WIB
Perlu Dibawa: Kamera, payung, sun block
Larangan: Mencorat-coret bangunan, membuang sampah sembarangan
Alamat: Jalan Pintu Besar Utara Nomer 27, RT 07/ RW 07, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat, DKI Jakarta
Fasilitas Umum: Area Parkir, Penjual makanan
Akses Jalan: Baik (banyak pilihan transportasi umum menuju lokasi wisata salah satunya KRL)
Kedai Makan: Ada
Peta View Maps
thejakartapost.comvia thejakartapost.com

Sejarah Kota Tua Jakarta

Diberi nama kota tua, lantaran kota ini memang mempunyai sejarah panjang nan melatarinya. Dahulu kalau, berdirilah sebuah kerajaan Sunda sekitar tahun 932 M dan 1570 M. Kerajaan tersebut mempunyai ibukota Kerajaan di Pakuan Pajaliran sekitar abad 14. Kerajaan ini juga mempunyai dua buah pelabuhan nan terletak di area Kalapa dan Banten.

Sekitar tahun 1526, Fatahilah melakukan penyerangan terhadap Pelabuhan Sunda Kelapa. Lalu, area ini pun berubah menjadi nama Jayakarta pada tahun 1527. Sekitar tahun 1619 Kota Jayakarta diserang oleh kolonialis Belanda.

Sehingga penyerangan nan dipimpin oleh Jan Pieters Zoon Coen ini sukses meruntuhkan Jayakrta pada tahun 1620. Lalu setelah sukses merebut Jayakarta, kolonialis Belkamu lampau membikin kota Baru nan kemudian diberi nama Batavia nan pusat kotanya berada di dekat Sungai Ciliwung.

Kemudian terjadilah ekspansi sekitar tahun 1635, kota Batavia merambah hingga kota Jayakarta nan telah hancur tersebut. Perluasan pemgedung tersebut sampai di tepi Barat Sungai Ciliwung.

Hingga pada tahun 1650, pemgedung kota pun rampung dan Batavia ini selanjutnya dijadikan sebagai Kantor Pusat VOC dari Hindia Timur.

Setelah 300an tahun, begitu pendudukan Belkamu beranjak ke Jepang, maka nama Batavia ini kemudian kembali berubah menjadi Jakarta pada tahun 1942. Dan Kota Jakarta ini kemudian menjadi Ibu Kota Jakarta sampai saat ini.

Barulah pada tahun 1972, Gubernur Jakarta ketika itu, ialah Gubernur Ali Sadikin membikin keputusan nan yang menetapkan Kota Tua Jakarta sebagai situs sejarah. Tujuannya agar kota tua ini terlindungi dan tetap dijaga kelestariannya dengan keaslian arsitektur pada area tersebut.

Transportasi Menuju Kota Tua

Kawasan Kota Tua JakartaKawasan Kota Tua Jakarta

Untuk menuju area kota tua rupanya tidak begitu sulit, Anda bisa menggunbakal perangkat transportasi umum seperti bis kota (mikrolet), ttindakan ataupun kendaraan pribadi.

Jika Anda memilih menggunbakal bis kota untuk mengantarkan Anda mengitari area kota tua sembari melihat-lihat megahnya gedung tua bisa  dengan bidang M-15 A bidang Kota-Tanjungpriok alias metromini 02 bidang Muara Karang-Senen.

Bisa juga menggunbakal Trans Jakarta dan berakhir di Halte Bendungan Hilir alias Halte Clilitan selanjutnya meneruskannya dengan bis bidang Blok M-Kota menuju arah kota.

Untuk nan mencari kenyamanan sembari menikmeninggal indahnya pemandangan Kota Tua Jakarta, menggunbakal kendaraan pribadi adalah pilihan nan tepat.

Di sepanjang perjalanan selama menelusuri jalanan, Anda bakal memandang banyak bangunan-gedung berarsitektur Belkamu nan kental dengan warna putih serta berpilar banyak.

pesona.travelpesona.travel

Jam Operasional

Buat Anda nan tertarik berpiknik di lokasi wisata sejarah Ibukota Jakarta ini, Anda bisa datang kesini kapan saja, dalam artian lokasi wisata heritage ini buka 24 jam, bakal tetapi ada patokan kunjungan nan mesti Anda patuhi. Berikut ini adalah patokan kunjungan ke kota tua nan sebaiknya Anda perhatikan:

Destinasi Wisata Hari Jam Buka
Museum Fatahilah Selasa-Minggu 09.00-15.00
Pelabuhan Sunda Kelapa Setiap Hari 24 Jam
Museum BANK Indonesia Senin Tutup
Selasa-Jumat 08.30-14.30
Museum Seni Rupa Selasa-Minggu 09.00-15.00

Harga Tiket Masuk

Yang membikin visitor suka datang kesini, salah satunya adalah lantaran tidak ada pungutan untuk tiket masuk ke kota tua, kita hanya bayar ala kadarnya untuk mengunjungi spot-spot tertentu, berikut ini tarif tiket masuk untuk mengunjungi beberapa lokasi wisata di kota tua ini:

Destinasi Wisata Harga Tiket
Museum Fatahilah Rp 2.000,00
Pelabuhan Sunda Kelapa Rp 2.500,00
Museum BANK Indonesia Gratis
Museum Seni Rupa Rp 1.000,00
Kota Tua Jakarta Gratis

Pesona Kota Tua Memang Tidak Ada Duanya

Kota Tua JakartaKota Tua Jakarta

Kurang lebih 5 menit melangkah kaki dari jalan utama, Anda bakal memandang dan mulai merasbakal atmosfer Jakarta tempo dulu, gimana tidak, Anda bakal menemukan patung-patung manusia nan berpakaian pahmusuh nasional maupun kolonial, tentunya patung-patung ini dapat bergerak, dan jangan lewatkan untuk berpotret berbareng sebagai oleh-oleh perjalanan.

Hiburan nan tak kalah menarik lainnya, selain Anda bisa berpotret berbareng dengan patung bergerak dan mengabadikan pemandangan gedung tua dalam bidikan lensa kamera, Anda juga dapat merasbakal sensasi menjadi putri-putri Belkamu dengan menyewa satu paket sepeda  dengan topi unik Putri Belkamu zkondusif dulu dan Anda bisa berkeliling area ini dengan menggunbakal sepeda.

Untuk Anda nan laki-laki jangan cemas Anda juga dapat turut serta bergaya bak kolonial Belkamu lantaran disini juga disedibakal topi dan sepeda ala kolonial Belanda. Jangan lewatkan pula berpotret dengan mengendarai sepeda dan berlatar belakang gedung tua nan megah.

Setelah puas menikmeninggal Jakarta tempo dulu di lapangan Kota Tua, sebelum meninggalkan area ini jangan lupa untuk berpotret berbareng dengan icon Jakarta, ialah ondel-ondel dan mencoba menelusuri salah satu ruas jalan nan menawarkan beragam macam cindera mata nan unik.

Belum puas dengan menelusuri ruas jalan, meskipun nyaris di seluruh samping jalan merupbakal gedung berarsitektur Belanda, kita dapat mengunjungi salah satu area, lebih tepatnya seperti lapangan dimana kita dapat menikmeninggal beragam hiburan.

Kunjungi juga: 18 Pantai di Jakarta

Objek Wisata Menarik di Kota Tua Jakarta

Kota Tua adalah area wisata sejarah nan seru untuk dikunjungi. Terdapat beberapa lokasi wisata nan bisa Anda jelajahi.

 1. Museum Fatahilah

Museum FatahillahMuseum Fatahillah

Objek wisata ini melekat dan tidak bisa dipisahkan lagi dengan kota tua. Bahkan jika kalian membuka pencarian dalam google maka 80% foto nan keluar adalah Museum Fatahilah. Awal mula gedung ini adalah dulunya merupbakal balai kota pada zkondusif VOC. Selain itu juga sebagai ruang pengadilan hingga penjara bawah tanah.

Musium Fatahilah mempunyai barang-peralatan berhistoris sekitar 23.500 koleksi baik original maupun hanya replika. Disini kalian dapat memandang beragam macam koleksi sejarah seperti replika peninggalan Kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran. Terdapat furnitur antik, keramik, gerabah, prasasti dan lainnya. Tiket masuk cukup Rp 2000 saja.

2. Museum BANK Indonesia

Museum Bank IndonesiaMuseum Bank Indonesia

Hingga saat ini ada beberapa bagian nan tetap digunbakal seperti menjadi toko, gedung perkantoran, dan  salah satunya nan menarik adalah  museum Bank Indonesia, lokasinya nan tepat dipinggir jalan dan luas sayang untuk dilewatkan, Anda dapat mengunjungi museum ini, sembari menikmeninggal kemegahan gedung, di samping itu juga dapat memandang sejarah perkembangan duit di Indonesia.

3. Museum Wayang

Museum Wayang via LiburananakMuseum Wayang via Liburananak

Lelah bermain-main dan berfoto, Anda bisa melangkahkan kaki Anda menuju museum Wayang Indonesia alias museum Pos Indonesia, nan terletak di sekitaran Kota Tua Square sembari menanti perut kosong.

Di dalam museum ini kita bisa memandang koleksi-koleksi wayang dan benda-barang nan berasosiasi dengan perkembangan pos di Indonesia.

4. Cafe Batavia

Cafe Batavia via _thefreakyteppy.wordpresscomCafe Batavia via _thefreakyteppy.wordpress.com

Namun bagi Anda nan kurang begitu tertarik dengan bumi permuseuman, bisa berjamu ke Café Batavia, sembari duduk dan menikmeninggal secangkir minuman hangat alias segelas minuman dingin sebagai pendamping sajian ringan menikmeninggal alunan music unik Jakarta tempo dulu.

Untuk nilai nan ditawarkan lantaran Café Batavia terletak di tengah-tengah dan strategis tentunya nilai nan ditawarkan pun sebanding, apalagi café ini menggunbakal perabot dan tata ruang nan mendukung layaknya café bagi kolonial zkondusif dahulu, dijamin Anda bakal mau berlama-lama di  tempat ini.

Tak perlu risau untuk masalah harga, lantaran nilai barang-peralatan disini dapat ditawar. Di samping-samping jalan ini pun Anda juga bisa menemukan kedai-kedai nan tak kalah menarik dengan Café Batavia.  

Cek juga yuk: 29 Resto Tempat Mbakal Seafood Enak di Jakarta

5. Toko Merah

Toko Merah via IG @annisastToko Merah via IG @annisast

Objek wisata selanjutnya nan wajib Anda sambangi adalah toko merah nan letaknya ada di sekitaran Jl. Kali Besar kota tua.

Toko merah ini sendiri merupakan gedung nan bisa dibilang cukup unik dengan warna merah nan mendominasi dan sudah dijadikan sebagai salah satu csupaya budaya di kota tua ini.

Pada awalnya gedung toko merah ini sendiri adalah sebuah toko penduduk etnis Tionghoa nan dibangun sekitar tahu n1730 nan lampau oleh Gustaaf Willem Baron Van Imhoff dengan sebuah konsep rumah besar dan megah.

Kemudian gedung ini beranjak kegunaan pada masa kolonialisme Jepang menjadi gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang. Dan pasca kemerdekaan, gedung ini berubah kepemilikan menjadi milik PT Satya Niaga pada tahun 1964.

Kemudian sekitar tahun 77, gedung ini berubah nama jadi PT Dharma Niaga. dan pada sekitar 1990-an toko ini kemudian ditetapkan sebagai csupaya budaya. Toko merah ini sendiri sudah mengalami banyak perbaikan dan sekarang dimanfaatkan menjadi gedung serba guna serta pameran.

6. Museum Bahari

Museum BahariMuseum Bahari

Bangunan tua nan tidak boleh Anda lewatkan saat berjamu kesini salah satunya adalah museum bahari nan sudah dibangun mulai dari tahun 1652 dan akhir pemgedung tahun 1771. Dahulu gedung ini merupbakal sebuah penyimpanan dari awal hingga berakhirnya kolonialisme Belanda.

Tembok nan mengelilingi gedung terlihat sangat kokoh. Anda bisa memandang di atas psupaya ada sebuah pos pengintaian musuh serta ada lorong nan biasanya digunbakal untuk melakukan patroli keliling.

Di museum ini visitor bakal disuguhkan beragam perlatan serta armada pertahanan laut milik Indonesia tempo dulu nan tetap terawat dengan baik.

Di museum bahari ini visitor bisa membujuk anaknya untuk mengenal lebih jauh lagi mengenai alutsista laut dan perlengkapannya, mulai dari jangkar kapal laut, meriam, teropong, navigasi perkapalan, serta miniatur kapal nelayan. Selain itu juga disini juga ada Matra TNI AL dari masa ke masa.

7. Stasiun Kereta Api Kota

Stasiun Kereta Api KotaStasiun Kereta Api Kota

Kalau liburan ke kota tua, jangan lupa juga untuk menyambangi stasiun kereta api kota yang digunbakal sebagai stasiun KRL juga dimanfaatkan sebagai objek wisata.

Wisatawan nan datang kesini bakal disuguhkan nuansa nan unik dan berbeda dengan stasiun pada umumnya di Indonesia, lantaran stasiun kereta api kota ini mempunyai gedung dengan arsitektur  style tempo dulu dan terlihat sangat antik.

Stasiun ini sendiri dibangun sekitar tahun 1929 silam, dan diresmikan oleh Gubernur Jenderal pada saat itu. nan membikin stasiun ini spesial adalah lantaran masuk dalam csupaya budaya nan dilindungi kelestariannya sebagai salah satu peninggalan bersejarah.

8. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa Foto Sriwijaya AirPelabuhan Sunda Kelapa Foto Sriwijaya Air

Selain stasiun kerepai, disini juga ada pelabuhan sunda kelapa nan tidak kalah menarik untuk kita sambangi. Pelabuhan nan mempunyai nilai sejarah nan panjang ini menjadi stindakan merapatnya kapal-kapal asing pada waktu dulu.

Bahkan pelabuhan ini sendiri sudah digunbakal sekitar abad ke-5 sebagai letak untuk aktivitas berdagang. Pelabuhan ini memang sudah tidak seramai dulu lagi, ketika masa keemasan Sunda Kelapa, bakal tetapi tetap menyimpan sejuta pesonanya nan melegenda, disini Anda bisa menyaksikan Kapal Pinishi, ialah sebuah kapal angkut Indonesia.

9. Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan via WikipediaJembatan Kota Intan via Wikipedia

Spot keren nan wajib Anda sambangi selanjutnya adalah jembatan kota Intan nan menyimpan sejarah panjang bangsa Indonesia. Jembatan ini sendiri disebut-sebut sebagai jembatan modern tertua di Indonesia.

Jembatan kota intan ini mulai dibangun pada 1628 pada masa kolonialisme Belkamu di Indonesia. Jembatan ini sendiri mempunyai nama ialah Engelse Burg alias Jembatan Inggris. Dinamai demikian lantaran di sebelah timur Jembatan ini ada kubu pasukan Inggris.

Kemudian, jembatan ini mengalami kerusbakal ketika terjadi penyerangan oleh pasukan Banten yang menyerang Mataram, kemudian diperbaiki kembali dan nama jembatan ini diubah menjadi Hoenderpasarburg alias Jembatan Pasar Alam.

Jembatan kota Intan ini mempunyai ciri merah gelap dan juga arsitektur nan sangat unik. Sehingga terlihat sangat keren sekali untuk dijadikan sebagai background berfotomu.

Kalau mau lebih keren lagi, coba kalian datang kesini pada malam hari, jembatan ini bakal terlihat lebih keren lagi  lantaran adanya lampu hiasan kerlip lampu nan indah.

10. Museum 3D Kota Tua Jakarta

Museum 3D Kota Tua JakartaMuseum 3D Kota Tua Jakarta

Untuk Anda nan suka foto-foto, maka museum 3D kota tua ini mesti menjadi destinasi kunjungan Anda selanjutnya. Pasalnya, disini Anda bakal disuguhkan beragam spot keren lho, setidaknya ada 7 area tema ialah laut, satwa, lukisan, dinosaurus, rutinitas, seram dan juga petualangan.

kamu bisa mengabadikan momen berbobot disini di puluhan spot foto keren. DI museum 3D ini juga ada Rumah Kaca bagi pengujung nan mau merasbakal sensasi liburan nan berbeda/

Museum ini sendiri dibuka pada 7 Desember 2018 lalu, dan sudah menjadi magnet tersendiri untuk visitor lantaran mereka rata-rata tertarik untuk berpotret di spot-spot keren disini.

11. Art Street Kota Tua Jakarta

Art Street Kota Tua JakartaArt Street Kota Tua Jakarta

Berikutnya ada art street kota tua nan tidak boleh Anda lewatkan lho. Wahana ini sendiri merupbakal area pagelaran para seniman jalanan untuk menunjukkan skill mereka.

Disini Anda bakal dihibur oleh para pengamen jalanan, bakal tetapi buka hanya pengamen nan menyanyi saja, lantaran di art street ini Anda bakal disuguhkan oleh banyak pengamen mulai dari pelukis, cosplay, dan ada juga pantomin. Kalian disini bisa berpotret berbareng patung tokoh nan bisa berganti gaya.

Kuliner di Kota Tua

Kuliner di Kota TuaKuliner di Kota Tua

Untuk Anda nan menyukai wisata kuliner area ini pun juga tepat sebagai pilihan, lantaran di Kota Tua Square terdapat beberapa penjual makanan dari nan ala pedagang kaki lima hingga sebuah café nan mengusung hiasan masa lampau.

Area ini diperuntukan bagi para pejalan kaki, sehingga bagi Anda nan membawa kendaraan pribadi, kudu melangkah kaki kurang lebih 100 m ke dalam gang, lantaran lokasinya nan terletak di belakang beberapa gedung tua.

Sama halnya pada saat Anda tiba di area Kota Tua, saat menuju Kota Tua Square Anda bakal disambut oleh deretan gedung tua dan pintu gerbang di ujung gang.

Simak juga: 45 Cafe di Jakarta Barat Paling Hits

Tips Berwisata Di Kota Tua Jakarta

Untuk visitor nan mau berpiknik mengunjung kota tua, berikut ini beberapa tips nan mesti Anda perhatikan sebelum datang kesini:

  1. Tips nan pertama adalah sebaiknya Anda datang kesini saat weekdays alias hari kerja, lantaran pada weekend lokasi wisata ini terlampau ramai.
  2. Kalau rupanya Anda tidak bisa datang pada weekday, maka sebaiknya Anda datang weekend saat pagi hari.
  3. Perhatikan peralatan bawaan agar tetap kondusif dari tindak kejahatan.
  4. Gunbakal dasar kaki nan nykondusif dan busana nan sopan
  5. Kalau bisa bawa juga payung alias topi ya agar kulit tidak terbakar, alias minimal gunbakal sunscreen

*                    *                    *                    *                    *

Demikianlah ulasan mengenai kota tua Jakarta nan bisa kami sajikan untuk anda. Semoga bisa menjadi referensi untuk Anda nan sedang mencari tempat liburan terbaik di Jakarta berbareng family alias pasangan tercinta. Kota tua ini memang sangat cocok sekali untuk Anda jadikan sebagai destinasi liburan nan menyenangkan.

Kunjungi juga: 47 Tempat Wisata di Jakarta Barat Paling Hits

Selengkapnya
Sumber tempatwisataseru
-->