12 Kebiasaan Sehari-hari Yang Bantu Menurunkan Bb Saat Tidur

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Tahukah Bunda jika kualitas tidur bisa membantu menurunkan berat badan? Pahami yuk kebiasaan sehari-hari nan membantu menurunkan berat badan saat tertidur.

Menurunkan berat badan sering kali identik dengan olahraga ketat dan diet ekstrem. Padahal ada langkah lebih sederhana nan bisa Bunda lakukan tanpa perlu banyak usaha, ialah dengan mengoptimalkan waktu tidur.

Ya, saat tubuh beristirahat, rupanya ada proses alami nan bisa mendukung pembakaran lemak. Namun perihal ini perlu dibarengi dengan kebiasaan sehari-hari nan tepat.

Penelitian dari National Sleep Foundation menunjukkan bahwa ritme sirkadian alias jam biologis tubuh sangat berpengaruh terhadap metabolisme. Saat ritme ini terganggu akibat pola tidur nan tidak teratur alias kebiasaan malam hari nan buruk, tubuh condong menyimpan lemak lebih banyak.

Sebaliknya, ketika kualitas tidur dijaga dan didukung oleh kebiasaan sehat, pembakaran kalori bisa melangkah lebih efektif apalagi saat Bunda tertidur. Jadi, jika Bunda sedang menurunkan berat badan, jangan hanya konsentrasi pada aktivitas siang hari. Perhatikan pula apa nan Bunda lakukan menjelang malam hingga saat tidur. 

Berikut ragam kebiasaan harian nan terbukti membantu menurunkan berat badan saat tidur.

1. Tidur cukup dan teratur

Langkah pertama dengan memastikan tubuh mendapatkan tidur nan cukup. Mengutip Today, tidur menjadi fondasi utama bagi sistem hormon dan kekebalan tubuh.

Otak nan kurang tidur alias mengantuk adalah otak nan lapar. Tidur nan jelek menyebabkan penambahan berat badan.

Orang dewasa dianjurkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Selain durasi, konsistensi waktu tidur juga penting. Tidur dan bangun pada jam nan sama setiap hari membantu tubuh menyesuaikan diri dengan ritme sirkadian, berakibat langsung untuk proses pembakaran lemak.

2. Jangan hanya konsentrasi pada kardio

Olahraga kardio memang baik untuk jantung dan membakar kalori. Namun jangan abaikan latihan kekuatan. Latihan kekuatan bisa meningkatkan pembakaran kalori apalagi setelah sesi olahraga selesai, termasuk saat Bunda tidur.

Cobalah menamapalagi sesi angkat beban ringan alias resistance training pada malam hari. Latih otot besar, seperti paha, bokong, dan punggung agar metabolisme tetap aktif semalaman. Bahkan latihan ringan di rumah pun cukup efektif.

3. Latihan dengan tubuh sendiri

Tidak punya perangkat olahraga? Tak masalah. Gunbakal berat tubuh sendiri untuk berlatih. Bunda bisa melakukan squat sebanyak 10 kali, plank selama 30 detik, alias push-up ringan sebelum tidur.

Cukup dengan 5 sampai 10 menit latihan ringan sudah bisa memberi pengaruh positif pada tubuh. Selain membakar kalori, aktivitas ini juga membantu Bunda tidur lebih nyenyak lantaran tubuh menjadi lebih relaks.

4. Tamapalagi beban saat jalan kaki

Jalan kaki merupbakal olahraga sederhana namun sangat bermanfaat. Untuk meningkatkan efeknya, tamapalagi beban, seperti dumbbell mini alias ankle weight saat berjalan.

Kombinasi antara kardio dan kekuatan ini bisa meningkatkan pembakaran kalori sepanjang hari. Bahkan setelah Bunda berakhir bergerak, tubuh tetap dalam mode pembakaran lemak hingga saat tertidur.

5. Lakukan pose yoga forward fold sebelum tidur

Posisi yoga seperti forward fold dapat membantu merelaksasi pikiran dan tubuh. Duduklah di tempat tidur dengan kaki lurus ke depan, lampau bungkukkan badan perlahan ke arah kaki. Tahan posisi ini sembari mengambil napas dalam dan lambat.

Gerbakal ini membantu merangsang sistem saraf parasimpatis nan mendukung tidur berkualitas. Dengan tidur lebih nyenyak, tubuh bakal lebih optimal dalam membakar lemak saat malam hari.

6. Buat suasana bilik sejuk dan gelap

Suhu bilik juga memengaruhi pembakaran kalori. Studi dari jurnal Diabetes menunjukkan bahwa suhu bilik sekitar 18 sampai 19 derajat Celsius bisa meningkatkan jumlah lemak cokelat, jenis lemak nan membakar kalori.

Selain itu, tidur dalam ruangan gelap membantu produksi hormon melatonin nan krusial untuk metabolisme. Matikan semua sumber sinar seperti lampu tidur, TV, alias layar ponsel. Jika perlu, gunbakal gorden anti sinar (blackout curtain) agar tidur lebih nyenyak dan tubuh dapat berfaedah optimal.

7. Mbakal dengan agenda nan teratur

Menetapkan waktu mbakal nan konsisten membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian. Ketika tubuh terbiasa mbakal dijam tertentu, hormon seperti ghrelin dan leptin bekerja lebih optimal dalam mengatur rasa lapar serta kenyang.

Hal ini juga membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur dengan lebih baik setelah mbakal malam. Dengan agenda mbakal dan tidur nan teratur, proses pencernaan serta pembakaran lemak berjalan lebih efisien saat Bunda tidur.

 Jika tubuh Bunda terbiasa mbakal antara pukul enam sampai delapn malam, maka tubuh bakal tahu kapan kudu menyiapkan makanan dengan melepaskan 'hormon lapar', ghrelin dan leptin, mencerna makanan, lampau melepaskan hormon melatonin untuk membantu tidur. 

8. Mbakal malam dalam porsi kecil

Mbakal malam nan terlampau besar menjelang tidur membikin tubuh bekerja keras untuk mencerna makanan, bukan detoksifikasi dan pemulihan. Cobalah mbakal malam dalam porsi kecil, paling lambat dua jam sebelum tidur.

Makanan berat bisa menyebabkan gangguan tidur, seperti masam lambung naik alias perut terasa penuh, nan justru menurunkan kualitas tidur. Kualitas tidur nan jelek berarti lebih sedikit kalori dibakar pada malam hari.

9. Hindari alkohol alias minuman manis sebelum tidur

Minuman beralkohol alias tinggi gula bisa mengganggu metabolisme tubuh saat tidur. Alkohol mengalihkan perhatian tubuh dari membakar lemak ke metabolisme alkohol itu sendiri.

Selain itu, tidur pun menjadi tidak nyenyak. Minum air putih alias teh herbal, seperti chamomile dan peppermint sebelum tidur. Itu jauh lebih baik untuk mendukung proses pembakaran lemak alami saat rehat malam hari.

10. Konsumsi protein

Protein membantu menjaga massa otot dan mempercepat metabolisme. Konsumsi protein secara teratur, sekitar 30 sampai 35 gram setiap makan, membantu tubuh tetap kenyang sekaligus membakar kalori lebih efektif apalagi saat tidur.

Sumber protein bisa berasal dari daging tanpa lemak, telur, tahu, kacang-kacangan, edamame, hingga quinoa. Kombinasikan dengan serat agar proses pencernaan lebih lambat dan Bunda tetap kenyang lebih lama.

11. Jauhkan gadget sebelum tidur

Paparan sinar biru dari layar smartphone, tablet, alias televisi bisa mengganggu produksi melatonin. Pada akhirnya, tidur menjadi tidak nyenyak dan metabolisme pun terganggu.

Studi juga menunjukkan bahwa sinar biru malam hari meningkatkan rasa lapar dan resistensi insulin. Jadi, biasbakal untuk tidak membawa gadget ke tempat tidur dan gunbakal kitab bentuk jika mau membaca sebelum tidur.

12. Tidur lebih awal

Tidur lebih awal membantu Bunda menghindari kemauan untuk mbakal camilan tengah malam sekaligus memberi tubuh waktu cukup untuk memulihkan diri. Tidur nan cukup dan berbobot sangat krusial untuk keseimbangan hormon nan berkedudukan dalam metabolisme lemak.

Ciptbakal suasana bilik nan tenang, gelap, dan sejuk. Gunbakal waktu sebelum tidur untuk relaksasi, seperti membaca alias meditasi ringan, agar tidur lebih sigap dan dalam. Dengan begitu, tubuh bekerja secara optimal membakar kalori saat Bunda terlelap.

Menurunkan berat badan tidak selampau kudu dilakukan dengan langkah nan ekstrem. Dengan mengatur pola tidur, memperbaiki kebiasaan sehari-hari, dan menciptbakal lingkungan tidur nan sehat, Bunda bisa membantu tubuh membakar lemak apalagi saat beristirahat.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya
Sumber
-->