10 Makanan Yang Tidak Boleh Dimakan Setelah Operasi Caesar

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Jakarta -

Usai operasi caesar, Bunda mungkin mendapat banyak nasihat tentang apa nan boleh dan tidak. Termasuk tentang makanan nan tidak boleh dimbakal setelah operasi caesar.

Ini semua bermaksud agar luka jejak operasi bisa sigap pulih. Sejumlah makanan dipercaya bisa menghalang penyembuhan, memperparah sembelit alias menyebabkan infeksi.

Dr. Christian Pope, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan bahwa operasi Caesar adalah salah satu prosedur bedah nan paling umum. Namun, ini merupbakal prosedur besar dan memerlukan perawatan khusus. Karena itu, memperhatikan pola mbakal setelah operasi Caesar krusial untuk mempercepat pemulihan dan mendukung produksi ASI nan optimal.

"kamu kudu berkonsultasi dengan mahir diet alias mahir gizi bersertifikat untuk merencanbakal diet seimbang nan mengandung beragam makanan dari beragam golongan makanan," kata Pope dilansir dari MomJunction.

10 Makanan nan tidak boleh dimbakal setelah operasi caesar

Pope mengatakan, ibu nan baru melahirkan dengan caesar kudu menghindari makanan olahan dan berlemak tinggi, terutama lantaran aktivitas bentuk nan rendah setelah operasi caesar. 

"Makanan tersebut dapat menambah berat badan dan mengurangi metabolisme Anda. Hindari makanan pedas lantaran dapat menyebabkan masalah lambung. Terapkan pola mbakal nan penuh kesadaran, jaga ragam dalam pola mbakal Anda, dan konsumsi semuanya dalam jumlah sedang," ujar Pope.

Berikut ini beberapa makanan nan sebaiknya dihindari setelah operasi caesar:

  1. Minuman berkarbonasi, nan dapat menyebabkan gas dan perut kembung.
  2. Mengonsumsi saribuah jeruk juga kudu berhati-hati. Makanan masam seperti jeruk dan lemon bisa menyebabkan iritasi lambung pascaoperasi. Bunda dapat mengonsumsinya dalam jumlah sedikit lampau tingkatkan hingga jumlah sedang.
  3. Minuman berkafein seperti kopi dan teh mempunyai sifat diuretik. Minuman berkafein seperti kopi dan teh dalam jumlah berlebihan bisa mengganggu tidur dan menyebabkan dehidrasi.
  4. Alkohol lantaran dapat mengganggu keahlian Bunda untuk memproduksi ASI.
  5. Sayuran nan bikin kembung. Jika Bunda mengalami kembung dan gas maka dapat berakhir mengonsumsi makanan nan dapat menimbulkan gas seperti kubis, kembang kol, brokoli, dan bawang bombay, selama beberapa hari. Makanan nan menghasilkan gas ini dapat membikin nyeri di area luka jahitan.
  6. Gorengan. Makanan dengan lemak trans dari gorengan susah dicerna dan bisa menyebabkan sembelit.
  7. Makanan olahan seperti sosis, nugget, alias mi instan mengandung natrium tinggi nan bisa memicu pembengkakan.
  8. Daging merah berlemak mengandung lemak jenuh tinggi nan dapat memperlambat metabolisme tubuh saat masa penyembuhan.
  9. Makanan pedas dapat mengiritasi saluran pencernaan dan memperlambat pemulihan pascaoperasi.
  10. Makanan manis berlebihan seperti kue, permen, dan minuman manis bisa memperburuk inflamasi dan memperlambat proses pengobatan luka.

 Pervaginam vs CaesarPerawatan Setelah Melahirkan: Pervaginam vs Caesar/ Foto: HaiBunda / Dwi Rachmi

10 Makanan terbaik setelah operasi caesar

Baik melalui persalinan normal alias operasi caesar, nutrisi nan optimal mempercepat pemulihan dan memberi Bunda tambahan daya nan dibutuhkan. Diet kudu berupa campuran makanan nan bakal memasok nutrisi krusial dalam jumlah nan cukup bagi ibu. 

Menurut Pedoman Diet nan diterbitkan Departemen Pertanian AS dan didukung oleh American Dietetic Association, ibu baru nan sedang menyusui mungkin memerlukan asupan harian tambahan sebanyak 450-500 ribu kalori. Mereka juga memerlukan vitamin dan mineral dalam jumlah tambahan.

Berikut makanan terbaik nan kudu dikonsumsi setelah operasi caesar agar Bunda sigap pulih nan dikutip dari ParentingFirstCry:

1. Makanan nan kaya protein, mineral, dan kalsium

Protein membantu pertumbuhan sel jaringan baru nan mempercepat proses penyembuhan. Makanan nan kaya protein membantu perbaikan jaringan dan menjaga kekuatan otot pascaoperasi. Di sisi lain, kalsium memperkuat tulang dan gigi, melemaskan otot, membantu pembekuan darah, dan mencegah osteoporosis. Selama menyusui, 250 hingga 350 mg kalsium ditransfer ke bayi nan baru lahir.

  • Produk susu rendah lemak seperti susu skim, yoghurt rendah lemak, keju, kacang-kacangan, dan kacang polong kering merupbakal sumber protein dan vitamin nan sangat baik.
  • Kacang-kacangan kaya bakal kandungan protein.
  • Biji wijen kaya bakal unsur besi, tembaga, kalsium, fosfor, dan magnesium.

2. Makanan gandum utuh

Makanan gandum utuh seperti pasta, roti gandum, dan beras merah kudu menjadi bagian dari diet Bunda lantaran kaya bakal karbohidrat nan membantu menjaga tingkat daya dan produksi ASI.

Produk gandum utuh nan diperkaya mempunyai unsur besi, serat, dan masam folat nan krusial dalam tahap awal perkembangan bayi. 

3. Makanan kaya vitamin

Vitamin kaya bakal antioksidan dan membantu memperbaiki jaringan. Vitamin membantu produksi kolpemasok dalam tubuh nan membantu membangun jaringan parut, ligamen, dan kulit baru.

Sayuran seperti brokoli, bayam, dan daun fenugreek merupbakal sumber vitamin A dan C, kalsium, dan unsur besi nan baik.

Sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, pepaya, semangka, stroberi, jeruk bali, dan ubi jalar kaya bakal vitamin C, nan membantu memerangi jangkitan dan memperkuat kekebalan tubuh. 

4. Makanan kaya serat

Sembelit dapat menunda proses pengobatan dengan memberi tekanan pada luka dan sayatan, dan serat merupbakal nutrisi krusial nan mencegah sembelit dengan memastikan buang air besar lancar.

  • Buah dan sayuran mentah menamapalagi serat ke dalam makanan dan meredbakal sembelit.
  • Gandum dan ragi mengandung banyak serat dan juga merupbakal sumber karbohidrat, kalsium, protein, dan unsur besi nan kaya.
  • Kacang lentil, kacang-kacangan, Kacang hijau dan kacang-kacangan juga dapat dimasukkan dalam makanan lantaran kandungan protein dan seratnya.

5. Makanan nan mudah dicerna

Tubuh bakal mengumpulkan gas setelah melahirkan. Ibu baru kudu berhati-hati untuk tidak mengonsumsi makanan nan menyebabkan gas dan sembelit.

Selama periode setelah operasi caesar, Bunda sebaiknya menghindari konsumsi junk food dan minuman berkarbonasi serta mengonsumsi makanan seperti sup, keju cottage, kaldu, yoghurt, dan makanan lain nan mudah dicerna oleh tubuh.

6. Makanan kaya unsur besi

Zat besi menjaga kadar hemoglobin dalam tubuh dan membantu mengembalikan darah nan lenyap selama proses persalinan. Zat besi juga membantu kegunaan sistem kekebalan tubuh. Makanan seperti kuning telur, daging merah, tiram, hati sapi, dan buah kering merupbakal sumber unsur besi. 

Asupan unsur besi nan direkomendasikan untuk perempuan di atas 19 tahun adalah 9 mg per hari. Konsumsi unsur besi nan berlebihan dapat menyebabkan sembelit dan kudu dihindari.

7. Cairan

Minum banyak cairan membantu mencegah dehidrasi dan sembelit. Asupan cairan nan baik membantu memperlancar buang air besar dan membantu pemulihan pascaoperasi.

Cairan seperti air kelapa, susu rendah lemak, saribuah non-jeruk, teh herbal, dan sup merupbakal sumber nutrisi krusial nan baik. Bunda juga kudu mengonsumsi 8 hingga 10 gelas air setiap hari.

8. Produk susu

Produk susu rendah lemak seperti susu skim, yoghurt rendah lemak, dan keju menyedibakal protein, kalsium, dan vitamin B dan D nan baik. Mineral-mineral ini krusial bagi ibu menyusui, dan setidaknya 500 ml produk susu kudu dikonsumsi setiap hari.

9. Sayuran dan buah

Meskipun semua buah dan sayuran berfaedah bagi ibu baru, sayuran hijau sangat baik lantaran mengandung banyak vitamin, unsur besi, dan kalsium. Selain kacang-kacangan, bayam, dan brokoli, ada baiknya untuk memasukkan batang teratai dan fenugreek dalam rencana makan.

Jamur dan wortel merupbakal sumber protein nan baik bagi para vegetarian. Ibu menyusui dapat memperoleh faedah dari sifat antioksidan blueberry dan kebaikan buah jeruk nan kaya vitamin C.

10. Rempah

Selain makanan nan disebutkan di atas, memasukkan rempah-rempah dan ramuan bakal membantu ibu baru mengatasi tuntutan bentuk usai persalinan. Jintan, fenugreek, kunyit, jahe dan bawang putih adalah beberapa rempah-rempah nan mempunyai faedah obat. Sementara rempah lainnya seperti kunyit membantu mengurangi peradangan.

10 Pantangan pasca operasi caesar agar sigap sembuh

Ibu nan baru melahirkan operasi caesar tak hanya menghindari makanan, tapi juga perlu memperhatikan beberapa larangan krusial seperti 

  1. Berhubungan intim terlampau cepat. Dokter biasanya menyarankan untuk menunggu 6 minggu setelah operasi.
  2. Mengangkat beban berat. Aktivitas mengangkat beban berat dapat menyebabkan robekan pada jahitan alias luka menjadi terbuka.
  3. Kurang Istirahat. Tidur sangat krusial untuk regenerasi sel dan daya tahan tubuh.
  4. Merokok. Nikotin dalam rokok dapat mengganggu aliran darah ke luka dan memperlambat penyembuhan.
  5. Kurang minum air. Dehidrasi dapat menyebabkan Bunda mengalami sembelit serta memperlambat pemulihan.
  6. Minum obat tanpa resep. Bunda perlu berhati-hati dalam memilih obat tanpa resep. Beberapa obat bisa memperparah kondisi alias berintertindakan negatif dengan obat pascaoperasi.
  7. Tidak kontrol ke dokter. Kunjungan ke master itu krusial untuk mencegah komplikasi, seperti jangkitan luka operasi.
  8. Memakai celana ketat. Celana ketat dapat menekan perut sehingga dapat menyebabkan luka susah sembuh.
  9. Tidak bergerak sama sekali. Bunda dapat mencoba jalan ringan untuk membantu sirkulasi darah serta mencegah pembekuan darah.
  10. Banyak mengonsumsi gula. Gula nan tinggi dapat menurunkan keimunan tubuh serta menghalang perbaikan jaringan.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber
-->